PTPN IV PalmCo Siapkan 30 Hektare Lahan untuk Huntap Korban Bencana di Batangtoru

WIB
IST

Jakarta – PTPN IV PalmCo menyiapkan sekitar 30 hektare lahan perkebunan negara di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan penyediaan lahan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memastikan proses relokasi warga berjalan aman dan berkelanjutan.

“PTPN IV PalmCo menyiapkan lahan sekitar 30 hektare di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara bagi warga terdampak bencana,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Salah satu lokasi utama berada di Afdeling II Kebun Hapesong dengan luas sekitar lima hektare. Lahan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang.

Jatmiko menjelaskan, hingga akhir Januari 2026 progres pembangunan kawasan huntap tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dan terus dikebut agar warga dapat segera menempati hunian permanen.

Selain huntap, PTPN IV PalmCo juga menyiapkan lahan seluas sekitar lima hektare di Afdeling I Kebun Hapesong untuk pembangunan huntara yang digunakan selama masa transisi sebelum warga pindah ke hunian tetap.

Menurutnya, kawasan hunian dirancang sebagai lingkungan terpadu yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti rumah ibadah, balai desa, serta ruang aktivitas masyarakat guna menunjang kehidupan warga pascarelokasi.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menilai penyediaan lahan oleh PTPN IV PalmCo menjadi faktor penting dalam percepatan relokasi warga dari wilayah rawan bencana.

“Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari penyediaan lahan hingga dukungan pengungsian awal,” kata Gus Irawan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Target kontrak pembangunan huntap dijadwalkan rampung pada April 2026, meski pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyelesaian.

Jatmiko menegaskan dukungan PTPN IV PalmCo tidak berhenti pada penyediaan lahan dan hunian, tetapi juga mencakup pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

“Huntap dan huntara ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi bagian dari proses pemulihan agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” ujarnya.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo tersebut turut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Platform kolaborasi kemanusiaan BenihBaik.com menilai pendekatan yang dilakukan mencerminkan pemulihan pascabencana yang berorientasi jangka panjang.

Founder BenihBaik.com Andi F Noya menyebut pembangunan huntap di Batangtoru tidak sekadar menyediakan tempat tinggal sementara.

“Yang dibangun bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi kehidupan yang lebih layak bagi warga terdampak,” tuturnya saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Batangtoru.(*)

BeritaSatu Network