Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), mencatat serapan tandan buah segar (TBS) petani sawit mencapai 3,25 juta ton sepanjang tahun 2025. Serapan tersebut berasal dari produksi petani plasma dan petani swadaya yang bermitra dengan PalmCo di berbagai wilayah operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko mengatakan, sepanjang 2025 total TBS yang diolah perusahaan mencapai 12,26 juta ton, dengan porsi TBS petani mencapai sekitar 26 persen dari total bahan baku yang masuk ke pabrik PalmCo.
“Tahun lalu, dari total 12,26 juta ton TBS yang diolah, sebesar 3,25 juta ton merupakan produksi petani, baik swadaya maupun plasma,” kata Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (Antara).
Menurutnya, capaian tersebut mengalami kenaikan sekitar 16 persen dibandingkan realisasi serapan TBS petani pada tahun 2024. Peningkatan itu ditopang oleh ratusan kemitraan koperasi unit desa (KUD) dan lembaga pekebun yang tersebar di tujuh regional PalmCo, melibatkan belasan ribu petani di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Jatmiko menegaskan, peningkatan serapan TBS kebun rakyat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pasokan bahan baku industri, tetapi juga berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi petani sawit.
“Kemampuan perusahaan dan industri menyerap hasil panen petani akan berbanding lurus dengan harga TBS, pendapatan, hingga kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dari sisi produktivitas, kebun petani mitra binaan PalmCo menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah membina belasan ribu petani dengan rata-rata produktivitas TBS berada di atas standar nasional. Bahkan, pertumbuhan produktivitas petani plasma tercatat mencapai 19 hingga 20 persen.
Ia menambahkan, peran petani sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional, mengingat lebih dari 30 persen total luas kebun sawit di Indonesia dikelola oleh petani rakyat.
“Petani adalah tulang punggung produksi sawit nasional. Karena itu, kepastian serapan dan kemitraan yang sehat menjadi kunci,” tegas Jatmiko.
Selain memperkuat serapan hasil panen, PalmCo juga aktif mendukung keberlanjutan kebun rakyat melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sepanjang 2025, realisasi rekomendasi teknis PSR yang difasilitasi perusahaan mencapai 23.188 hektare.
Melalui program tersebut, PalmCo berperan sebagai mitra pendamping petani, mulai dari aspek teknis budidaya hingga memastikan kebun hasil peremajaan kembali produktif dan terhubung dengan rantai pasok industri.
Ke depan, PalmCo menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat dukungan terhadap petani sawit seiring upaya menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri nasional.
“Dengan kemitraan yang kuat, kami menargetkan keberlanjutan industri sawit nasional berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas kebun rakyat dan kesejahteraan petani,” pungkas Jatmiko. (*)