JAMBI – Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi memastikan ketersediaan pangan strategis di Provinsi Jambi berada dalam kondisi aman dan terkendali, seiring upaya menjaga stabilitas harga dan menjamin kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Manajer Pengadaan dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Jambi, Ahmad Mazajjad Faqihuddin, menyampaikan bahwa stok pangan yang dikelola Bulog saat ini cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat sekaligus meredam potensi gejolak harga di pasaran.
“Stok pangan di gudang Bulog Jambi saat ini masih dalam kondisi aman. Untuk beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan, ketersediaannya masih mencukupi,” ujar Ahmad Mazajjad Faqihuddin, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan data Bulog, cadangan beras yang tersimpan di gudang Kanwil Jambi saat ini mencapai 10.471 ton. Selain itu, Bulog juga menunggu pengiriman tambahan sekitar 9.000 ton beras yang diperkirakan tiba dalam waktu dekat. Dengan tambahan tersebut, total stok beras Bulog di Jambi diproyeksikan mendekati 19 ribu ton.
Tidak hanya beras program PSO, Bulog Jambi juga mengamankan stok sejumlah komoditas pangan lainnya. Tercatat, Bulog memiliki beras premium sebanyak 351 ton, jagung sekitar 500 ton, gula pasir 21 ton, minyak goreng sekitar 161 ribu liter, tepung terigu 800 kilogram, serta daging beku 7 ton.
Ketersediaan berbagai komoditas ini disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah fluktuasi harga pangan nasional.
“Secara umum, ketahanan pangan di wilayah Jambi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar lima bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” jelasnya.
Dalam upaya menekan harga di tingkat konsumen, Bulog Jambi juga aktif menyalurkan beras medium dengan harga yang lebih terjangkau. Saat ini, Bulog menjual beras medium seharga Rp12.300 per kilogram atau Rp56.500 per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut berada di bawah harga pasar yang tercatat mencapai Rp13.100 per kilogram.
Selisih harga ini, kata Ahmad, menjadi salah satu instrumen Bulog dalam mengendalikan inflasi pangan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil.
Bulog memastikan pelayanan penjualan pangan kepada masyarakat dilakukan setiap hari, baik melalui gerai resmi maupun saluran distribusi lainnya. Tidak hanya beras, komoditas pangan strategis lain juga dipastikan tersedia dengan harga relatif murah dan terjangkau.
“Dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang berjalan, Bulog optimistis dapat terus menyalurkan kebutuhan pangan masyarakat secara merata dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)