Jambi – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 di Provinsi Jambi melampaui target. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi mencatat 3.527 calon jamaah haji telah menyelesaikan pelunasan biaya hingga penutupan tahap kedua.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi Wahyudi Abdul Wahab mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 2.484 jamaah pelunasan tahap pertama, 428 jamaah tahap kedua, serta 615 jamaah cadangan. Dengan capaian itu, pelunasan telah mencapai 108 persen dari kuota haji Jambi tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 3.252 jamaah.
“Pelunasan tahap kedua yang dibuka pada 2 hingga 9 Januari 2026 ditujukan bagi jamaah yang belum melunasi pada tahap pertama, baik karena kendala sistem, penggabungan mahram, pendampingan lansia, maupun jamaah cadangan,” ujar Wahyudi, Rabu.
Untuk musim haji 2026, calon jamaah haji asal Jambi diwajibkan melunasi Bipih sebesar Rp26.451.000. Nilai ini lebih rendah sekitar Rp1 juta dibandingkan biaya haji tahun 2025 yang mencapai Rp27.541.000.
Berdasarkan rencana keberangkatan, jamaah haji Jambi akan diberangkatkan dalam tujuh kloter penuh, masing-masing berjumlah 445 orang, dengan tambahan 161 jamaah. Proporsi jamaah lanjut usia tercatat cukup signifikan, yakni sekitar 30 persen dari total calon haji.
Seiring tingginya jumlah jamaah yang telah melunasi biaya, Kemenhaj Jambi mengimbau calon jamaah untuk mulai fokus pada persiapan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat utama keberangkatan sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
“Kami berharap jamaah yang masuk kuota haji dapat menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena aspek kesehatan menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah haji,” kata Wahyudi. (*)