Solidaritas Sawit! Aspekpir dan PTPN IV PalmCo Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Aceh-Sumut

WIB
IST

Jakarta - Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh memantik kepedulian dari komunitas petani kelapa sawit.

DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia berkolaborasi dengan PTPN IV PalmCo (Holding Perkebunan Nusantara) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para korban.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil gotong royong. Dana yang terkumpul berasal dari sumbangan anggota dan pengurus Aspekpir di berbagai provinsi, Koperasi Unit Desa (KUD), hingga para petani sawit binaan pola inti rakyat.

"Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian bersama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pascabencana," ujar Setiyono dalam keterangannya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap mengingat kondisi akses di lapangan. Salah satu titik distribusi awal yang disasar adalah RS Cut Meutia di Kota Langsa, yang menjadi posko bagi para korban.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para petani binaan tersebut. Menurutnya, aksi ini membuktikan bahwa ekosistem perkebunan sawit di bawah Holding Perkebunan Nusantara memiliki ikatan sosial yang kuat, tidak sekadar hubungan transaksional bisnis.

"Solidaritas yang ditunjukkan para petani binaan ini lahir dari empati yang tulus. Kemitraan yang kami bangun tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan," tegas Jatmiko.

Ia menekankan bahwa posisi perusahaan dalam hal ini adalah sebagai pendukung (support system) untuk memastikan niat baik komunitas petani dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

Hal senada disampaikan Kepala Divisi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN IV PalmCo, Abdul Muthalib. Ia menyebut kepekaan sosial ini adalah buah dari pembinaan jangka panjang terhadap petani mitra.

"Petani binaan adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Ketika terjadi bencana, empati itu mendorong mereka untuk ikut membantu," jelas Abdul.

Bantuan lintas daerah ini disambut haru oleh warga terdampak. Kepala Desa Meunasahbie, Aceh Besar, Helmi, menuturkan bahwa desanya mengalami dampak cukup parah dengan sekitar 1.300 warga menjadi korban banjir.

"Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan ini sangat berarti dan memberi harapan serta semangat baru bagi masyarakat kami," ungkap Helmi.(*)

BeritaSatu Network