3 Pekan di Sumbar, Satgas LPPM Unja-PMI Jambi Pulihkan Trauma Anak hingga Bentuk Kampung Tangguh

WIB
IST

Padang - Misi kemanusiaan lintas provinsi terus digencarkan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Sumatra. Kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (Unja) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi ini telah bergerilya selama hampir tiga pekan membantu korban bencana di Sumatera Barat.

Sejak diterjunkan pada 6 Desember lalu, tim ini menyisir sejumlah titik terdampak parah, mulai dari Kabupaten Solok, kawasan Batu Busuk, hingga Kota Padang.

Anggota Satgas, Sukmono (Datuk Tejo Tedjo), mengungkapkan bahwa kehadiran tim gabungan akademisi dan relawan ini tidak hanya sekadar mengantar logistik, namun fokus pada pemulihan mental dan penataan kembali kehidupan warga pascabencana.

"Selama hampir tiga minggu ini, kami mendampingi langsung masyarakat yang terdampak bencana, baik dari sisi kebutuhan dasar, kesehatan, hingga penguatan psikososial," ujar Sukmono di Padang.

Dalam operasinya, Satgas memberikan layanan terpadu. Mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pembagian kasur, lampu darurat (emergency lamp), hingga alat kebersihan lingkungan.

Masalah sanitasi yang kerap muncul pascabencana juga diatasi dengan penyediaan air bersih beserta tandon (tedmon). Namun, yang menjadi sorotan utama adalah layanan dukungan psikologis (psychological support).

Tim Satgas memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban bencana untuk memulihkan trauma mereka.

"Anak-anak menjadi kelompok paling rentan saat terjadi bencana. Oleh karena itu, pendampingan psikologis menjadi salah satu fokus utama kami agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan," tambah Sukmono.

Tak hanya memberikan "ikan", Satgas LPPM Unja dan PMI Jambi juga memberikan "kail" berupa edukasi mitigasi. Tim melakukan penyusunan peta rawan bencana untuk membantu warga mengenali risiko di wilayahnya.

Puncaknya, Satgas berhasil membentuk kelompok Masyarakat Tangguh Bencana (MTB) di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Program ini bertujuan agar warga tidak melulu bergantung pada bantuan luar, melainkan memiliki kemampuan mandiri dalam merespons situasi darurat.

"Kami ingin masyarakat tidak selalu bergantung pada bantuan luar. Dengan pembentukan kelompok ini, warga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk menghadapi situasi darurat," jelasnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik (Unja) yang berbasis riset data dan lembaga kemanusiaan (PMI) yang memiliki jejaring relawan kuat, dalam menciptakan model penanganan bencana yang berkelanjutan.(*)

BeritaSatu Network