Tanjab Barat – Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat turun langsung melihat kondisi masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan di tengah kabut asap.
Enam pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal dikunjunginya pada Jumat (16/10/2026).
Dari enam pasien tersebut, dua di antaranya masih balita, sementara empat lainnya merupakan pasien dewasa.
Anwar Sadat datang bersama jajaran Dinas Kesehatan, Direktur RSUD KH. Daud Arif, BAZNAS Tanjab Barat, Dewan Pengawas, dokter dan tenaga kesehatan.
“Hari ini sengaja kita melihat beberapa masyarakat kita yang terimbas kabut asap, terutama berkaitan dengan saluran pernapasan,” ujar Anwar Sadat.
“Tadi kita juga langsung menyaksikan ada dua anak-anak yang masih balita dan ada empat orang yang sudah dewasa,” lanjutnya.
Tak Semua karena Kabut Asap
Namun Anwar Sadat mengingatkan bahwa kondisi pasien tidak bisa serta-merta dikaitkan seluruhnya dengan kabut asap.
Sebagian pasien juga memiliki penyakit penyerta yang ikut memengaruhi kondisi kesehatannya.
“Kasusnya tidak semata-mata kabut asap ISPA, tetapi ada penyakit-penyakit penyerta lainnya,” katanya.
Pernyataan itu penting karena gangguan pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor.
Karena itu, pemeriksaan medis tetap menjadi dasar untuk menentukan kondisi dan penanganan masing-masing pasien.
Sekitar 360 Kasus
Bupati menyebut terdapat sekitar 360 kasus gangguan saluran pernapasan yang terdata.
Namun sebagian besar masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas maupun poliklinik.
Menurut Anwar Sadat, jumlah kasus menunjukkan kecenderungan menurun.
“Ini menunjukkan penyakit saluran pernapasan sudah jauh menurun. Diperkirakan ada 360 kasus,” jelasnya.
Meski begitu, pemerintah daerah tidak ingin lengah.
Terutama karena kabut asap masih berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu.
Puskesmas Diminta Aktif
Anwar Sadat meminta seluruh puskesmas di Tanjab Barat meningkatkan pelayanan.
Petugas kesehatan diminta responsif ketika masyarakat datang dengan keluhan batuk, sesak napas maupun gejala lain yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
“Kami selaku pemerintah daerah meminta kepada seluruh puskesmas untuk aktif melayani beberapa kasus yang terkait dengan imbas dari kabut asap, terutama penyakit saluran pernapasan,” tegasnya.
Dengan pelayanan yang cepat di tingkat puskesmas, pasien diharapkan bisa mendapat penanganan lebih awal tanpa harus menunggu kondisi memburuk.
Pasien Dapat Santunan
Kunjungan Bupati tidak hanya untuk melihat kondisi pasien.
Melalui BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat, santunan juga diberikan kepada warga yang sedang menjalani perawatan.
Bantuan tersebut menjadi dukungan tambahan bagi keluarga selama mendampingi anggota keluarganya di rumah sakit.
Pemkab Tanjab Barat ingin memastikan penanganan dampak kabut asap tidak hanya menyangkut pelayanan medis.
Aspek sosial bagi keluarga terdampak juga ikut diperhatikan.
Warga Diminta Segera Berobat Bila Ada Keluhan
Pemkab Tanjab Barat mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Terutama jika muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
Kunjungan Anwar Sadat ke RSUD KH. Daud Arif menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan langsung hingga ke pasien.
Enam orang masih menjalani perawatan.
Dua di antaranya balita.
Dan di tengah ancaman kabut asap, pesan pemerintah cukup jelas: jangan menunggu kondisi memburuk untuk mencari pertolongan medis. (*)