Jambi – Dalam bisnis, produk bagus belum tentu otomatis ramai pembeli.
Lokasi masih menjadi salah satu faktor penting.
Akses, lalu lintas kendaraan, aktivitas kawasan hingga perkembangan lingkungan sekitar ikut menentukan seberapa mudah sebuah usaha ditemukan konsumen.
Konsep itulah yang kini ditawarkan Jambi Business Center (JBC) sebagai salah satu kawasan komersial yang tengah berkembang di Kota Jambi.
Dalam materi promosinya, JBC mengusung gagasan sederhana: “Bukan produknya yang salah, bisa jadi lokasinya.”
Pesannya jelas.
Pelaku usaha tidak hanya diajak memikirkan apa yang dijual, tetapi juga di mana bisnis tersebut berdiri.
Akses ke Tiga Jalan Utama
JBC menyebut kawasan bisnisnya berada di lokasi yang terhubung dengan tiga akses jalan utama Kota Jambi.
Akses tersebut menjadi salah satu nilai yang ditawarkan kepada calon tenant maupun pemilik usaha.
Kawasan juga disebut tidak menggunakan portal dan memiliki akses aktif selama 24 jam.
Parkir yang luas turut menjadi bagian dari fasilitas yang ditonjolkan.
Bagi kawasan komersial, akses seperti ini menjadi penting karena memengaruhi kemudahan pelanggan datang dan pergi.
Semakin mudah sebuah lokasi ditemukan dan dicapai, semakin besar pula peluang sebuah usaha memperoleh kunjungan.
Traffic Jadi Nilai Jual
JBC juga menempatkan traffic sebagai salah satu nilai utama.
Dalam materi promosinya, pengelola menyebut bahwa traffic bukan sekadar banyaknya kendaraan yang melintas.
Di kawasan bisnis, traffic dipandang sebagai potensi konsumen.
Karena itu, aktivitas kawasan yang tinggi dinilai dapat menciptakan peluang lebih besar bagi tenant untuk ditemukan pelanggan.
“Bisnis butuh customer, customer butuh akses,” begitu salah satu pesan yang ditampilkan JBC.
Bagi pelaku usaha, gagasan tersebut cukup sederhana.
Lokasi yang ramai belum tentu otomatis menghasilkan penjualan, tetapi lokasi yang mudah diakses dan memiliki aktivitas tinggi setidaknya memberi peluang lebih besar untuk dikunjungi.
JBC Mall Jadi Magnet Baru
Faktor lain yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan JBC Mall.
Dari visual yang ditampilkan dalam materi promosi, perkembangan pembangunan pusat perbelanjaan tersebut mulai semakin terlihat.
Kehadiran mall diharapkan menjadi magnet baru untuk meningkatkan aktivitas kawasan.
Pusat belanja biasanya tidak berdiri sendiri.
Ia membawa pergerakan pengunjung, tenant, pekerja, layanan transportasi hingga bisnis pendukung.
Efek inilah yang ingin dibangun JBC.
Ruko-ruko yang berada di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya mengandalkan pelanggan masing-masing, tetapi ikut mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas kawasan.
Dari Kuliner hingga Jasa
Kawasan komersial seperti JBC membuka peluang untuk berbagai jenis usaha.
Mulai dari kuliner, retail, perkantoran, jasa, kecantikan, kesehatan hingga berbagai bisnis berbasis layanan.
Dengan konsep kawasan terpadu, pemilik usaha dapat memanfaatkan arus pengunjung yang datang dengan kebutuhan berbeda.
Ada yang datang untuk belanja.
Ada yang datang untuk makan.
Ada pula yang datang untuk urusan bisnis.
Pergerakan itu yang pada akhirnya membentuk ekosistem.
Ruko Strategis Disebut Makin Terbatas
JBC juga mulai mendorong calon pembeli maupun pelaku usaha untuk mengambil posisi lebih awal.
Dalam materi promosinya, pengelola menyebut stok unit ruko semakin terbatas seiring progres pembangunan kawasan dan JBC Mall.
Materi tersebut juga menyebut harga unit cenderung semakin meningkat seiring perkembangan proyek.
Namun bagi calon pembeli, keputusan investasi tetap perlu dilakukan dengan perhitungan matang.
Lokasi, harga, potensi sewa, arus pengunjung, biaya operasional hingga proyeksi bisnis menjadi faktor yang tetap perlu dihitung.
Warga Sambut Kehadiran Kawasan Baru
Kehadiran kawasan komersial baru juga diharapkan memberi warna baru bagi Kota Jambi.
Amel, warga Kota Jambi, mengaku senang melihat perkembangan JBC yang kini semakin terlihat. Menurutnya, kehadiran kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan baru dapat menambah pilihan tempat berbelanja, kuliner dan berkumpul bagi masyarakat.
“Kami tentu senang kalau ada kawasan baru seperti ini. Mudah-mudahan nanti bisa menambah pilihan tempat belanja dan makan, sekaligus membuka lapangan kerja serta membuat kawasan sekitar semakin ramai,” ujar Amel.
Format tersebut aman digunakan setelah nama dan isi kutipannya benar-benar dikonfirmasi kepada narasumber.
Bukan Cuma Bangunan
Bagi JBC, yang ditawarkan bukan semata bangunan ruko.
Yang dijual adalah posisi.
Akses.
Traffic.
Dan ekosistem.
Dalam dunia usaha, ketiga faktor tersebut sering menjadi bagian penting dalam menentukan apakah sebuah bisnis mudah ditemukan konsumen atau justru tenggelam di lokasi yang minim aktivitas.
Karena itu, pesan utama yang dibawa JBC cukup lugas:
bisnis tidak hanya membutuhkan produk yang bagus, tetapi juga lokasi yang memberi peluang untuk bertumbuh.
Dengan JBC Mall yang terus berkembang dan kawasan komersial yang semakin aktif, Jambi Business Center kini mencoba mengambil posisi sebagai salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Kota Jambi. (*)