Walikota Jambi Maulana Siapkan Kota Jambi Jadi Panggung Smart City Nasional 2026

WIB
Ist

Jambi – Kota Jambi bersiap menjadi titik pertemuan inovasi digital pemerintahan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mempercayakan Kota Jambi menjadi tuan rumah Forum Nasional Kota Cerdas atau Smart City 2026, yang akan berlangsung pada 18–19 November mendatang. Penunjukan tersebut tertuang dalam surat Komdigi RI Nomor B-91/DJTPD.5/AI/01.02.02/2026.

Wali Kota Jambi Maulana pun mulai mematangkan persiapan.

Bukan hanya ruang pertemuan dan acara seremonial.

Mulai dari jalan, penerangan, kebersihan, keamanan, transportasi, inovasi digital hingga potensi ekonomi bagi UMKM disiapkan menjadi bagian dari agenda besar tersebut.

Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi bersama jajaran Komdigi RI, perangkat daerah dan penyelenggara di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Rabu (14/10/2026).

“Ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi Kota Jambi. Saat ini, pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan di berbagai daerah,” ujar Maulana.

“Karena itu, kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Kota Jambi Akan Sibuk Lima Hari

Forum nasional tersebut tidak berdiri sendiri.

Sebelumnya, Pemkot lebih dulu menggelar Jambi Smart City Festival pada 15–17 November 2026 di kawasan Taman Banjuran Budayo.

Festival mengusung tema “Smart City for Better Future – Inovasi Digital Menuju Kota Jambi Bahagia.”

Setelah itu, giliran Forum Nasional Kota Cerdas berlangsung pada 18–19 November di BW Luxury Hotel dengan tema “Smart City Transformation: Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi Digital.”

Praktis, selama lima hari Kota Jambi akan menjadi ruang bertemunya pemerintah daerah, praktisi teknologi, akademisi, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat.

Yang dibicarakan juga bukan hanya aplikasi.

Pengelolaan data, digitalisasi pelayanan publik, penguatan infrastruktur teknologi hingga bagaimana inovasi digital bisa ikut menggerakkan ekonomi menjadi bagian dari pembahasan.

Maulana Minta Kota Jangan Hanya Siap di Dalam Ruangan

Maulana meminta seluruh OPD bergerak.

Menurutnya, sukses menjadi tuan rumah acara nasional tidak hanya diukur dari lancarnya forum.

Kesan peserta ketika berada di Kota Jambi juga ikut menentukan.

Kebersihan kawasan harus terjaga.

Penerangan diperhatikan.

Akses jalan dipastikan siap.

Begitu pula keamanan, transportasi serta pelayanan kepada tamu sejak datang hingga meninggalkan Kota Jambi.

Dengan kata lain, Smart City 2026 juga menjadi semacam etalase Kota Jambi di hadapan delegasi nasional.

AI Ikut Masuk Pembahasan

Perkembangan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ikut menjadi perhatian Maulana.

Namun ia mengingatkan transformasi digital tidak boleh berhenti pada penggunaan teknologi yang terlihat canggih.

Manfaatnya harus terasa.

“Kita ingin menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelayanan yang lebih mudah hingga lingkungan yang lebih aman,” kata Maulana.

Pemkot Jambi berencana memperkenalkan sejumlah inovasi yang sudah dikembangkan.

Di antaranya CCTV berbasis komunitas yang terintegrasi, aplikasi pelayanan publik hingga berbagai inisiatif pemerintahan digital.

Tujuh Kompetisi Dibuka

Smart City Festival juga sengaja dibuat tidak terlalu birokratis.

Masyarakat dilibatkan.

Pelajar dan anak muda mendapat panggung.

Terdapat tujuh kegiatan yang disiapkan, yakni lomba mewarnai, Jambi Smart City Application Challenge, Lomba Kampung Digital, turnamen e-sport Mobile Legends dan PUBG, Ideathon, kompetisi fotografi, serta lomba video pendek.

Salah satu yang menarik adalah Kampung Digital.

Kompetisi ini menyasar RT di Kota Jambi dan mendorong pemanfaatan teknologi untuk pelayanan masyarakat, administrasi lingkungan hingga pengembangan potensi ekonomi dan UMKM. Jambi Kota

Dengan pola tersebut, konsep kota cerdas coba ditarik sampai ke lingkungan terkecil.

Bukan hanya berada di kantor pemerintahan.

Candi Muaro Jambi Masuk Agenda

Maulana juga melihat forum nasional sebagai kesempatan mempromosikan daerah.

Ia mengusulkan peserta diajak mengunjungi kawasan Candi Muaro Jambi pada 19 November sore setelah rangkaian utama selesai.

Selain candi, disiapkan kemungkinan city tour menuju sentra batik dan destinasi yang merepresentasikan budaya serta ekonomi kreatif daerah. Jambi Kota

Pemkot bahkan mengusulkan tiga bus listrik untuk membantu mobilitas peserta, dengan dukungan kendaraan lain menyesuaikan kebutuhan.

Dengan begitu, peserta tidak hanya pulang membawa materi seminar.

Mereka juga membawa pengalaman melihat budaya, sejarah dan produk lokal Jambi.

Smart City Diharapkan Bikin Hotel hingga UMKM Bergerak

Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi RI Aris Kurniawan melihat peluang ekonomi dari penyelenggaraan forum tersebut.

Ia mencontohkan pelaksanaan kegiatan serupa di Yogyakarta pada tahun sebelumnya yang dihadiri sekitar 2.500 peserta.

Kehadiran peserta dalam jumlah besar disebut dapat menggerakkan hotel, transportasi, kuliner dan jasa lainnya. Jambi Kota

“Persiapan kegiatan berskala nasional tentu tidak ringan. Namun, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi daerah untuk menggerakkan perekonomian dan memperluas kerja sama,” ujar Aris. Jambi Kota

Di sinilah Pemkot Jambi ingin mengambil manfaat lebih besar.

Forum teknologi tidak hanya menghasilkan diskusi.

UMKM harus mendapat pasar.

Hotel mendapat tamu.

Kuliner lokal ikut bergerak.

Transportasi dan sektor jasa memperoleh aktivitas tambahan.

Bukan Cuma Festival Teknologi

Kepala Diskominfo Kota Jambi M. Saleh Ridha mengatakan koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan untuk mempersiapkan teknis acara, pengamanan, pelayanan tamu hingga transportasi. Jambi Kota

Namun tantangan sesungguhnya justru muncul setelah panggung dibongkar dan peserta pulang.

Apakah inovasi yang dibicarakan benar-benar membuat masyarakat lebih mudah mendapat pelayanan?

Apakah digitalisasi mempercepat birokrasi?

Apakah teknologi membuat lingkungan lebih aman?

Dan apakah momentum nasional itu memberikan dampak kepada usaha lokal?

Maulana ingin jawabannya iya.

Karena menurut Pemkot Jambi, kota cerdas bukan soal seberapa banyak aplikasi dibuat.

Ukuran akhirnya tetap sederhana: teknologi harus membuat hidup masyarakat lebih mudah dan kota bekerja lebih baik. (*)

BeritaSatu Network