Jakarta – Pasar komoditas perkebunan PTPN IV PalmCo bakal semakin terbuka ke dunia internasional.
PT Perkebunan Nusantara IV atau PTPN IV PalmCo menggandeng Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan dan akses pasar ekspor melalui ekosistem digital InaExport.
Tak hanya kelapa sawit. Sejumlah komoditas unggulan lainnya seperti teh, kopi, karet hingga gambir ikut dibawa masuk ke ekosistem perdagangan digital tersebut.
Langkah ini ditandai dengan kesepakatan bersama antara PTPN IV PalmCo dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan.
Tujuannya jelas: memperkuat promosi sekaligus mempertemukan komoditas perkebunan Indonesia dengan calon pembeli atau buyer internasional yang telah terverifikasi.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan dan perluasan pasar ekspor untuk sejumlah komoditas utama PTPN IV PalmCo serta pelaksanaan berbagai kegiatan promosi perdagangan.
InaExport sendiri tidak lagi hanya difungsikan sebagai portal informasi ekspor.
Platform tersebut dikembangkan menjadi ekosistem layanan business to business atau B2B yang menghubungkan produsen dalam negeri dengan pasar global.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan akses terhadap jaringan pasar internasional yang terintegrasi menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan perkebunan yang berorientasi ekspor.
“Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport,” kata Jatmiko.
PTPN IV PalmCo merupakan entitas bertahan atau surviving entity hasil penggabungan sejumlah anak usaha PTPN Group.
Perusahaan itu akan memanfaatkan berbagai fasilitas promosi dan perdagangan digital yang tersedia dalam InaExport.
“Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien,” ujar Jatmiko.
Dari Sawit sampai Gambir
Kerja sama PTPN IV PalmCo dan Kemendag membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi sedikitnya lima kelompok komoditas utama.
Mulai dari kelapa sawit, teh, kopi, karet hingga gambir.
Produk-produk tersebut nantinya dapat diperkenalkan melalui ekosistem digital yang dirancang untuk mempertemukan eksportir dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Dengan model tersebut, penetrasi pasar tidak hanya mengandalkan pameran maupun pertemuan bisnis secara konvensional.
Produk justru didorong untuk ditemukan calon konsumen melalui sistem digital.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pengembangan InaExport menggunakan konsep discovery commerce.
Konsep ini diharapkan membantu pelaku usaha hingga BUMN memperluas jangkauan produk mereka di pasar internasional.
“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya,” kata Budi dalam acara soft launching InaExport di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Menurut Budi, digitalisasi membuat pola pemasaran berubah.
“Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital,” ujarnya.
Ada Kalkulator Ekspor hingga Intelijen Pasar
Transformasi InaExport menghadirkan sejumlah fasilitas yang dapat digunakan perusahaan maupun calon eksportir.
Sedikitnya terdapat lima layanan utama dalam ekosistem tersebut.
Mulai dari asesmen kesiapan ekspor, kalkulator simulasi biaya ekspor, inquiry atau permintaan dari buyer, dashboard intelijen pasar hingga integrasi logistik dan pembiayaan.
Dengan fasilitas tersebut, perusahaan tidak hanya bisa memajang produknya.
Pelaku ekspor juga dapat memperoleh gambaran mengenai kesiapan produk, memperhitungkan biaya, melihat permintaan calon pembeli hingga membaca potensi pasar.
Ekosistem ini sekaligus dapat mempersingkat jalur pertemuan antara produsen dan calon buyer internasional.
Sudah Diakses 866 Ribu Kali
Potensi pasar melalui InaExport tidak kecil.
Hingga September 2026, platform tersebut telah mencatat sekitar 866.000 pengakses.
Ada pula sekitar 15.000 anggota terverifikasi yang telah tergabung dalam ekosistem tersebut.
Dengan jaringan itu, integrasi PTPN IV PalmCo dengan InaExport diharapkan dapat membuka pintu pasar baru bagi berbagai komoditas perkebunan yang dikelola perusahaan.
Bagi PTPN IV PalmCo, kerja sama tersebut juga menjadi salah satu strategi mengatasi tantangan penetrasi pasar global.
Digitalisasi memungkinkan promosi produk dilakukan lebih luas, sementara akses kepada calon pembeli dapat dilakukan secara lebih terukur karena buyer yang masuk dalam ekosistem telah melalui proses verifikasi.
Jika skema tersebut berjalan optimal, komoditas perkebunan nasional tak hanya mendapat etalase baru.
Sawit, teh, kopi, karet hingga gambir Indonesia juga memiliki jalur yang lebih pendek untuk bertemu langsung dengan pasar dunia. (*)