Oleh :
Muhammad Ricky Arbie, SE.
Tanjabtim - Pada medio tahun 2010 – 2011, sesungguhnya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah mengeluarkan semacam penegasan bahwa ada 3 (tiga) komoditi unggulan yang seharusnya menjadi core economy Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ketiga komoditi tersebut adalah perikanan kelautan, pinang dan terakhir yaitu kelapa. Penegasan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia waktu itu tentang kelapa menjadi salah satu komoditi unggulan dan seharusnya menjadi core economy tentu memiliki dasar kajian yang kuat.
Alasannya tentu bukan hanya karena luas lahannya, tetapi kelapa memiliki kombinasi petani yang besar, kesesuaian wilayah, rantai nilai yang panjang dan peluang hilirisasi yang sangat luas.
Tetapi dari itu semua yang sangat krusial adalah karena begitu banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya dari komoditi kelapa. Bahkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya 41,59 persen rumah tangga atau keluarga di Kabupaten Tanjung Jabung Timur bergantung langsung pada komoditas kelapa.
Dalam bahasa ekonomi yang sederhana, artinya apabila komoditi kelapa dapat dikelola dengan baik maka ada 41,59 persen keluarga yang dapat langsung disejahterakan atau dientaskan kesulitan ekonominya.
Jauh lebih dalam, berikut data yang menggambarkan ketergantungan masyarakat terhadap komoditi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur :
a. Dari berbagai jenis tanaman perkebunan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (seperti sawit, pinang dan karet), kelapa masih menempati posisi teratas dengan jumlah petani mencapai 22.735 Kepala Keluarga (KK).
b. Jika dibandingkan dengan total jumlah rumah tangga di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang tercatat sekitar 54.785 KK, ini berarti hampir separuh keluarga menggantungkan hidupnya sebagai petani kelapa.
c. Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan sentra utama kelapa di Provinsi Jambi. Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menguasasi sekitar 50% dari luas lahan (58.589 hektar sekaligus menyumbang 50 persen dari total produksi kelapa diseluruh Provinsi Jambi.
Selain didukung data tersebut diatas, setidaknya ada 5 (lima) alasan kuat kenapa kelapa seharusnya menjadi core economy atau tulang punggung perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur :
- Kelapa adalah kekuatan ekonomi yang sudah terbentuk sejak lama
Diketahui bahwa kelapa sejak lama telah menjadi komoditas perkebunan dengan areal yang sangat luas. Ditengah alih fungsi lahan yang cukup besar ke komoditas kelapa sawit, ternyata jumlah petani kelapa tetap masih lebih banyak dari dari jumlah petani kelapa sawit. - Kelapa sangat cocok dengan karakter geografis Tanjabtim
Tanjung jabung timur memiliki karakter wilayah pesisir dan lahan yang secara historis menjadi basis perkebunan kelapa. Kelapa telah lama sudah beradaptasi dengan lingkungan dan menjadi bagian dari sistem ekonomi masyarakat. - Kelapa bukan hanya menghasilkan “buah”, tetapi menghasilkan banyak produk
Produk turunan (produk derivatif) kelapa mencapai lebih dari 100 produk, sehingga kelapa memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk dikembangkan. - Kelapa dapat menjadi mesin pencipta lapangan kerja
Kementerian Pertanian RI sendiri telah menempatkan kelapa sebagai komoditas yang strategis karena melibatkan begitu banyak petani dan memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi didaerah perdesaan. - Kelapa sangat relevan dengan agenda hilirisasi nasional
Saat ini momentum yang sangat penting bagi Tanjung Jabung Timur. Pemerintah pusat sedang mendorong hilirisasi kelapa dari hulu ke hilir. Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan kawasan hilirisasi kelapa secara nasional hingga 154.000 hektare. Kita berharap Tanjung Jabung Timur menjadi salah satu pusat hilirisasi kelapa nasional
Konsep Paradoksal dan Astonishing public policy
Mengacu pada konsep paradoksal yang telah banyak dibahas dalam beberapa pemikiran John Naisbitt dalam Global Paradox, tentang kelincahan pelaku mikro dalam ekonomi global Prof Steve Peter dalam The Chimp Paradox tentang rasa optimisme dalam mengelola situasi yang bertentangan, Jim Clollins dalam Good to Great yang membahas tentang sikap optimis dan disiplin dalam menghadapi tantangan dan Paradoks Indonesia dan Solusinya yang ditulis oleh Prabowo Subianto yang bercerita tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia yang kontras dengan tantangan kesejahteraan yang dihadapi.
Dalam persoalan paradoksal mengenai komoditi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, maka diperlukan kebijakan publik yang mengejutkan dan inovatif untuk melindungi petani, menstabilkan harga dan menggenjot hilirisasi komoditas kelapa.
Berkaca Pada Filipina
Filipina dapat menjadi bencmarking bagi Indonesia khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam pengembangan industri kelapa. Keunggulan Filipina tidak hanya terletak pada luas areal dan jumlah produksi kelapa, tetapi pada membangun ekosistem industri yang menghubungkan petani, pengolahan, perdagangan, industri hilir, riset, pembiayaan dan pasar ekspor.
Kondisi tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki basis ekonomi kelapa yang cukup kuat. Pembelajaran yang dapat diambil dari Filipina meliputi 6 (enam) hal besar :
- Pemberian perlindungan sosial yang mencakup pemberian perlindungan kesehatan bagi petani dan keluarga, asuransi tanaman bagi petani yang memiliki lahan dibawah 5 hektar, beasiswa bagi mahasiswa yang akan dan sedang menempuh studi pendidikan yang berhubungan dengan pertanian dan pelatihan teknis bagi petani dan keluarganya.
- Pembentukan dan pengembangan organisasi petani kelapa yang berperan dalam pengembangan alat pengkajian kebutuhan dan penguatan basis data dasar serta pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.
- Pengembangan kelapa hibirida yang mencakup budidaya benih kelapa hibrida, pembibitan dan peningkatan kapasitas teknis, fasilitas dan infrastruktur.
- Pengembangan usaha pertanian berbasis masyarakat yang mencakup program tumpang sari, program integrasi ternak dan unggas dan program integrasi susu.
- Pengelolaan kelapa terpadu dan produk hilirnya melalui fasilitas bersama.
- Pemberian layanan kredit dan pemasaran hasil produksi kelapa yang bekerja sama dengan lembaga keuangan.
Filipina telah melaksanakan upaya modernisasi industri kelapa yang dilakukan dengan 4 (empat) cara, yaitu :
- Meningkatkan produktivitas pohon kelapa seperti penggunaan bibit kelapa hibrida, penggunaan pupuk dan perawatan lahan yang lebih baik.
- Memperluas tumpang sari ternak dan kelapa
- Meningkatkan diversifikasi produk turunan kelapa untuk memaksimalkan daya guna dan tanaman kelapa
- Mengintegrasikan hilirisasi kelapa dengan produksi oleokimia dengan cara menyamakan ketersediaan dan harga minyak kelapa dengan minyak inti sawit.
Hilirisasi Kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Dihadapkan begitu banyak potensi kelapa yang dimiliki dan permintaan pasar nasional dan global yang besar. Tentu membuat kita ingin segera mewujudkan hilirisasi kelapa yang luas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Namun, tantangan berat pasti selalu ada. Jalan panjang berliku sudah pasti menanti kita semua.
Apa saja yang mesti kita tempuh untuk mempercepat hilirisasi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebagai berikut :
- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur harus segera berkomitmen penuh memandang bahwa kelapa merupakan komoditi yang strategis dan penting bagi daerah, langkah konkret dapat diambil dengan membuat roadmap hilirisasi kelapa yang bertalian dengan roadmap yang telah dibuat oleh BAPPENAS 2025-2045.
Selain itu, menjadikan hilirisasi kelapa menjadi prioritas pembangunan kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Apabila Tim Percepatan Hilirisasi Kelapa telah terbentuk, maka tim tersebut tidak hanya bersifat koordinatif semata tetapi dapat menjadi “delivery team” yang mempunyai target, kewenangan koordinasi dan tenggat waktu yang jelas. Kita berharap tim tersebut terdiri dari beberapa POKJA yang berfokus pada data dan hulu, tata niaga dan kelembagaan petani, industri dan investasi, infrastruktur dan logistik dan pembiayaan serta pasar dan ekspor.
Sinergitas Rumah Milenial
Sinergitas dengan Rumah Milenial dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Posisi Rumah Milenial sebaiknya tidak hanya sebagai komunitas pendukung dengan energi yang melimpah, tetapi juga sebagai penggerak kewirausahaan, inovasi produk, digitalisasi pemasaran dan regenerasi pelaku usaha kelapa.
Salah satu konsep sinergitas adalah Rumah Milenial dapat sebagai motor hilirisasi dan regererasi industri kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Terutama Rumah Milenial yang terletak di daerah-daerah yang menjadi sentra komoditi kelapa.
Pemerintah dapat merangkul dan bahkan memperlombakan Rumah Milenial yang memiliki proposal bisnis yang paling menarik terutama berbasis komoditi kelapa. Penamaan Rumah Milenial Kelapa pun cukup menarik untuk dimulai.
DESA-KRAMA (Satu Desa Kluster Kelapa Merata)
Keberanian Pemerintah Daerah untuk memberikan bantuan kapal kepada para nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur perlu diacungkan jempol, karena memang sektor perikanan kelautan merupakan komoditas unggulan daerah.
Keberanian tersebut kita harap juga dapat ditularkan kepada para petani kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu dengan menetapkan satu desa memiliki satu kluster industri kelapa secara merata.
Setiap desa diharapkan dapat memiliki satu kluster industri kelapa yang dapat dimulai dengan memiliki satu unit mesin pengolahan kelapa sesuai dengan potensi dan skala usaha desa. Program DESA-KRAMA ini dapat dikolaborasikan dengan Rumah Milenial, Kopdes atau IKM-UMKM tersendiri.
TANJABTIM MILENIAL PRENEUR
Pemerintah Daerah bersama dengan OJK Provinsi Jambi dapat menginisiasi Gerakan Tanjabtim Milenial Preneur di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Gerakan Tanjabtim Milenial Preneur berupaya untuk mencetak sebanyak mungkin kaum muda untuk terjen terutama di sektor kelapa dalam. Tentu ada yang ingin dicapai yaitu peningkatan literasi keuangan bagi usahawan muda, membuka akses pasar (product matching) dan tentu saja fasilitator edukasi.
Salah satu usulan program yang dapat cuba diusulkan untuk dapat di wujudkan oleh OJK Provinsi Jambi adalah bagaimana adanya Asuransi Tanaman Kelapa dan Pembiayaan Resi Gudang Kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sehingga para petani kelapa memiliki kepastian didalam berusaha dan tidak tertekan dalam segi harga sekaligus menjadi akses permodalan yang penting.
Penguatan Kolaborasi dengan Perhimpunan
Penelusuran informasi terhadap Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, diperoleh pengakuan bahwa ternyata Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia Kabupaten Tanjung Jabung Timur terhitung sejak tahun 2017-2018 hingga saat ini kurang dilibatkan dalam upaya hilirisasi kelapa. Ke depan hubungan antara Pemerintah dan Perhimpunan harus dipandang sebagai mitra penting dalam percepatan hilirisasi kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Romantika Mesin Sabut Kelapa
Pada tahun 2014, Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan pernah mendapatkan 1 (satu) unit mesin sabut kelapa dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Saat itu mesin ditempatkan disalah satu desa di kecamatan muara sabak timur, desa itu adalah desa alang-alang.
Dengan susah payah, bantaun mesin diperoleh dari pemerintah pusat. Setelah mesin tersebut sampai di Ibukota Kabupaten kemudian mesin dibawa melalui tongkang untuk dibawah ke desa alang-alang dari tepian sungai. Masyarakat beramai-ramai bergotong royong untuk menarik mesin besar itu dari tepi sungai menuju lokasi yang telah ditetapkan. Mesin dibawa tidak melalui jalan yang luas tetapi melalui tanah tepian dari parit ke parit.
Sangat disayangkan bantuan mesin sabut kelapa tersebut kini telah menjadi onggokan besi tua yang tidak terpakai. Bahkan mesin tersebut tidak sempat berlari kencang.
Padahal saat itu, terhampar cita-cita besar tentang terwujudnya satu desa satu mesin sabut kelapa. Mengingat bahwa Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berencana membantu industri sabut kelapa tidak sebatas mesin bahkan hingga persiapan jalan produksi dan dermaga. Bahasanya adalah pembinaan yang tuntas paripurna.
Asosiasi sabut kelapa Indonesia dengan senang hati telah datang karena tergambar jelas adanya pasokan bahan baku pabrik sofa yang berlokasi di Batam, tetapi semua telah sirna seketika.
Kita saat ini tidak sedang saling menyalahkan dan berdebat satu sama lain. Kegagalan program pemerintah bisa saja terjadi, tetapi yang dapat menjadi pembelajaran adalah bahwa hambatan teknis, hambatan operasional dan bahkan hambatan dukungan kapan saja bisa saja terjadi.
Lompatan – lompatan existing
Pemerintah daerah tentu saja selama ini tidak berdiam diri. Telah cukup banyak usaha yang dilakukan untuk mendorong percepatan hilirisasi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Baru-baru ini Pemerintah Daerah melakukan penjajakan dengan investor asal Malaysia untuk mengolah limbah sabut kelapa (coco fiber) dan membahas detail tentang rencana investasi pengolahan limbah sabut kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timut. Investor tersebut akan segera memulai operasional di kawasan pelabuhan muara sabak dan sebagai tahap awal telah menyewa gudang milik PT. PELINDO.
Selain itu, Pemerintah Daerah bersama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi juga menyepakati bantuan bibit varietas kelapa zabak untuk mendukung pengembangan areal seluas 5.000 hektare dengan kebutuhan sebanyak 550.000 benih.
Tetapi “PR” masih cukup banyak dan panjang untuk mencapai hilirisasi kelapa yang berkelanjutan, yang tentunya membutuhkan energi stamina yang sangat besar. Percepatan hilirisasi kelapa dapat segera diwujudkan apabila dipandu dengan perencanaan terpadu untuk mengarahkan setiap langkah strategis yang tentunya membutuhkan komitmen dan keterlibatan dari semua pihak. Apabila hilirisasi kelapa dapat segera diwujudkan maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi daerah akan terdongkrak dan kesejahteran masyarakat dapat meningkat mengingat 41,59 % keluarga bergantung dengan komoditi ini.