Jalan Rusak Merangin

Wow! Kantor Bupati Merangin Bakal Punya Lift Baru, Telan APBD Nyaris Rp 2,5 Miliar

Merangin - Tahun Anggaran 2026 rupanya tak hanya dirancang sebagai ajang perbaikan infrastruktur publik di Kabupaten Merangin. Di balik deretan proyek perbaikan jalan, ternyata terselip proyek "bersolek" bernilai fantastis yang ditujukan untuk memanjakan fasilitas pejabat daerah.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin diam-diam telah mengalokasikan dana miliaran rupiah dari uang pajak rakyat demi memuluskan proyek pengadaan lift di Kantor Bupati.

Jalan Baru Diaspal Sudah Hancur, Pejabat PUPR Merangin Bungkam dan Mengaku Sakit

Merangin - Polemik kerusakan dini pada proyek Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih di Kabupaten Merangin kian memanas. Kali ini, giliran mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Ir. Fajarman, yang "turun gunung" memberikan komentar menohok.

Menanggapi pemberitaan terkait jalan yang hancur meski baru seumur jagung itu, Fajarman menilai kerusakan tersebut sudah tidak wajar.

Melalui kolom komentar media sosial, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan uang rakyat semestinya melalui perencanaan yang matang, bukan asal jadi.

Aspal Baru Hancur, CV Kirana Tuding Gara-gara Truk Sawit

Merangin - Pihak kontraktor pelaksana proyek Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih, CV Kirana Citra Lestari, akhirnya buka suara terkait kondisi jalan yang hancur lebur meski baru seumur jagung.

Bukannya menyoroti kualitas pengerjaan, pihak kontraktor justru sibuk mencari pembenaran. Mereka menuding aktivitas truk sawit yang over kapasitas sebagai biang kerok kerusakan aspal senilai Rp 1,8 miliar tersebut.

Direktur CV Kirana Citra Lestari mengakui fakta di lapangan bahwa jalan buatan mereka sudah amblas dan retak di sana-sini.

Baru Seumur Jagung, Aspal Rp 1,8 Miliar di Merangin Sudah Hancur

Merangin - Proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menuai sorotan tajam. Ruas Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih yang baru saja rampung dikerjakan akhir Desember 2025, kini kondisinya sudah rusak parah.

Padahal, proyek peningkatan jalan ini menelan anggaran cukup fantastis, yakni mencapai Rp 1,87 miliar.