Jelang Pelantikan, Ketua ISMI Jambi Hj Ernawati Kembali Turunkan Bantuan ke 8 Panti dan 230 Anak Yatim dan Dhuafa

WIB
IST

JAMBI — Beberapa jam sebelum pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi digelar malam ini, Jumat (19/6/2026), jajaran ISMI Jambi memilih turun lebih dulu ke panti sosial.

Bukan langsung ke panggung.

Bukan langsung ke ruang seremoni.

Tetapi ke rumah anak-anak yatim dan dhuafa.

Bantuan sosial dari Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., disalurkan langsung oleh jajaran pengurus ISMI Jambi yang dikomandoi Sekretaris ISMI Jambi Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP.

Bantuan tersebut menyasar sejumlah panti asuhan di Kota Jambi.

Dalam data penerima bantuan, terdapat delapan panti asuhan dengan total 230 anak. Mereka terdiri dari 121 anak laki-laki dan 109 anak perempuan.

Bantuan yang dibawa antara lain beras, paket kebutuhan harian, dan perlengkapan untuk anak-anak panti.

Suasana penyerahan terlihat hangat dan sederhana. Pengurus ISMI Jambi datang membawa paket-paket bantuan dalam tas merah, biru, dan hijau. Karung beras tampak tersusun di depan anak-anak panti.

Anak-anak berdiri dan duduk mengelilingi bantuan itu. Sebagian tersenyum. Sebagian menatap kamera dengan malu-malu. Para pengasuh menerima bantuan dengan penuh syukur.

Di Panti Asuhan Umi Ikhlas, penyerahan bantuan dilakukan di halaman panti. Di Panti Asuhan Al Fatih Jambi, bantuan diserahkan di ruang dalam panti. Di bagian belakang tampak papan nama Pondok Yatim Al Fatih Jambi dengan keterangan Islamic Boarding School Program.

Suasana itu memberi warna berbeda menjelang pelantikan ISMI Jambi malam nanti.

Pelantikan memang penting.

Tetapi kepedulian sosial adalah pesan yang lebih dulu dikirimkan.

Berdasarkan data penerima bantuan, delapan panti asuhan di Kota Jambi menjadi sasaran perhatian ISMI Jambi.

Jumlah anak di masing-masing panti berbeda. Panti dengan jumlah anak terbanyak adalah Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah/'Aisyiyah Jambi dengan 62 anak.

Disusul Yayasan Izzati Jannah dengan 36 anak, Panti Asuhan Umi Ikhlas dengan 30 anak, Panti Asuhan Al-Mahri 26 anak, dan Panti Asuhan Al Fatih 25 anak.

Berikut ringkasan data panti penerima:

Nama PantiLokasi/PimpinanJumlah Anak
Rumah Peduli YatimLegok, Danau Sipin / Ahmad Yulis13
Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah/'Aisyiyah JambiSimpang IV Sipin, Telanaipura / Drs. Umar Darin62
Yayasan Izzati JannahKelurahan Selamat / M. Pebriansyah36
Panti Asuhan Al FatihPematang Sulur, Telanaipura25
Panti Asuhan Darul AitamBeliung, Kota Baru / Eem Zainuddin22
Panti Asuhan Al-MahriHandil Jaya, Jelutung / Haryo Panji26
Panti Asuhan Umi IkhlasMayang Mangurai, Kota Baru30
Panti Asuhan Ikhlas BerbagiJelutung / Eti Lestari16

Total keseluruhan anak dari delapan panti tersebut mencapai 230 orang.

Angka itu bukan sekadar statistik.

Di balik angka 230 itu ada anak-anak yang sedang sekolah, belajar mengaji, tumbuh, berharap, dan membutuhkan perhatian banyak pihak.

Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, mengatakan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari pesan awal ISMI Jambi sebelum kepengurusan resmi dilantik malam nanti.

Menurutnya, organisasi sarjana Melayu tidak boleh berjarak dari masyarakat.

Apalagi dari anak-anak yatim dan dhuafa.

“ISMI Jambi ingin mengawali langkah dengan kepedulian. Pelantikan malam nanti adalah agenda organisasi, tetapi sebelum itu kami ingin hadir langsung di tengah anak-anak panti. Ini pesan bahwa ISMI tidak hanya bicara ilmu dan adat, tetapi juga harus punya empati sosial,” ujar Fahmi.

Suasana penyerahan bantuan sosial oleh ISMI Jambi

Fahmi menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Hj. Ernawati dan jajaran ISMI Jambi kepada panti-panti sosial di Kota Jambi.

Menurutnya, anak-anak panti harus terus diberi semangat agar tidak merasa sendiri dalam menata masa depan.

“Mereka adalah anak-anak kita juga. Mereka harus terus didukung, dimotivasi, dan dikuatkan. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi tanda kasih sayang dan perhatian,” katanya.

Fahmi menegaskan, ISMI Jambi ke depan ingin membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam diskusi dan kajian, tetapi juga dalam gerakan sosial.

Sebab ilmu, adat, dan kepedulian harus berjalan bersama.

Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati mengatakan kegiatan sosial menjelang pelantikan ini merupakan bagian dari komitmen ISMI Jambi untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, pelantikan bukan hanya soal struktur kepengurusan.

Bukan hanya soal jabatan.

Bukan hanya soal seremoni.

Pelantikan harus menjadi awal kerja dan pengabdian.

“ISMI Jambi ingin hadir sebagai rumah besar sarjana Melayu yang bergerak. Bergerak dalam gagasan, bergerak dalam pendidikan, bergerak dalam kebudayaan, dan bergerak dalam kepedulian sosial,” ujar Ernawati.

Ernawati menyebut anak-anak yatim dan dhuafa memiliki tempat istimewa dalam tanggung jawab sosial umat.

Karena itu, ia berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan panti, terutama kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan anak-anak.

“Kami ingin anak-anak panti tetap semangat. Terus belajar, terus berdoa, dan terus percaya bahwa masa depan mereka bisa lebih baik. Allah selalu punya cara terbaik untuk mengangkat derajat hamba-Nya,” katanya.

Ernawati juga berharap gerakan sosial seperti ini tidak berhenti pada momentum pelantikan.

Ke depan, ISMI Jambi diharapkan dapat menjalin komunikasi dan kolaborasi lebih luas dengan panti asuhan, lembaga pendidikan, pesantren, komunitas perempuan, kampus, dan organisasi sosial.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana akrab.

Di salah satu panti, anak-anak tampak berkumpul di halaman. Di depan mereka, bantuan beras dan paket kebutuhan tersusun rapi.

Pengurus ISMI Jambi menyerahkan bantuan langsung kepada perwakilan panti. Beberapa anak ikut mendekat. Ada yang tersenyum, ada yang mengangkat tangan, ada pula yang berdiri sambil memperhatikan tumpukan bantuan.

Di lokasi lain, penyerahan dilakukan di ruang panti yang juga menjadi ruang belajar dan tempat aktivitas anak-anak.

Rak buku, perlengkapan belajar, dan suasana sederhana panti terlihat menjadi latar penyerahan bantuan.

Bantuan beras diserahkan secara simbolis. Karung beras diangkat bersama. Anak-anak panti menyaksikan dari dekat.

Momen itu tidak dibuat berlebihan.

Tidak megah.

Tetapi terasa dekat.

Ada wajah anak-anak.

Ada pengasuh.

Ada pengurus ISMI Jambi.

Ada bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan harian.

Di titik itulah kegiatan ini menemukan maknanya.

ISMI Jambi akan resmi dilantik malam ini di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Hj. Ernawati akan dikukuhkan sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi. Dr. Fahmi Rasid akan mendampingi sebagai Sekretaris ISMI Jambi.

Namun sebelum agenda resmi itu digelar, ISMI Jambi sudah mengirim pesan ke publik.

Bahwa organisasi ini ingin bergerak.

Tidak hanya dalam forum.

Tidak hanya dalam sambutan.

Tidak hanya dalam foto bersama.

Tetapi juga dalam aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Kunjungan dan penyaluran bantuan ke panti asuhan menjadi tanda bahwa ISMI Jambi ingin meletakkan kepedulian sebagai bagian dari identitas organisasi.

Sarjana Melayu tidak cukup hanya bicara gelar.

Tidak cukup hanya bicara adat.

Tidak cukup hanya bicara sejarah.

Sarjana Melayu juga harus hadir di ruang-ruang sosial.

Di panti asuhan.

Di sekolah.

Di pesantren.

Di kampus.

Di komunitas.

Dan di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Malam nanti, ISMI Jambi akan berdiri di panggung pelantikan.

Namun siangnya, organisasi ini sudah lebih dulu hadir di tengah anak-anak panti.

Dari sana, pesan itu terasa sederhana.

Pelantikan adalah awal.

Kepedulian adalah arah.(*)

BeritaSatu Network