Musprov PODSI Jambi Dimulai, Dua Nama Berebut Kursi Ketua Setelah Dayung Sumbang 2 Emas PON

WIB
ist

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Jambi resmi menggelar agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) di Gedung KONI Jambi pada Kamis (18/6). Forum tertinggi ini diselenggarakan dalam rangka mengevaluasi program kerja sekaligus memilih nakhoda baru untuk menahkodai cabor dayung Jambi periode masa bakti 2026-2030.

Agenda suksesi ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting olahraga, di antaranya Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar (PB) PODSI Kolonel Muhadi, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, serta Ketua Pengprov PODSI Jambi demisioner Hasan Mabruri.

Jalannya Musprov kali ini dipastikan berlangsung dinamis dengan munculnya dua nama calon ketua umum yang siap bertarung, yakni Muhammad Harir Khodari dan Wawan.
​Dalam arahannya, Ketua Umum KONI Jambi,

AKBP Mat Sanusi, menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas dedikasi dan tinta emas prestasi yang diukir jajaran pengurus PODSI di bawah kepemimpinan Hasan Mabruri. Di bawah kendalinya, cabor dayung terbukti mampu memberikan sumbangsih terbaik bagi nama baik daerah di kancah nasional.

"Apresiasi tertinggi kami berikan kepada PODSI Jambi. Keberhasilan kepengurusan lalu dibuktikan secara nyata dengan raihan prestasi membanggakan berupa capaian dua medali Emas pada ajang PON Aceh-Sumut kemarin," tegas AKBP Mat Sanusi disambut tepuk tangan peserta sidang.

Lebih lanjut, Mat Sanusi mengingatkan bahwa tingginya standar prestasi yang sudah diletakkan oleh pengurus lama akan menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah (PR) yang sangat berat bagi siapa pun ketua yang terpilih nantinya. Namun, dirinya optimistis dinamika Musprov ini akan melahirkan figur terbaik.

KONI Jambi menaruh harapan besar agar kepengurusan periode 2026-2030 mampu mempertahankan tradisi juara dan kembali membawa kejayaan bagi kontingen Jambi pada perhelatan akbar PON NTB-NTT tahun 2028 mendatang.

"Tantangan terdekat sudah di depan mata. Pengurus baru harus langsung bersiap menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON di tahun 2027. Kita harus pasang strategi matang agar semakin banyak atlet dayung PODSI Jambi yang mengantongi tiket lolos ke PON," urai perwira polisi aktif tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua Pengprov PODSI Jambi, Hasan Mabruri, membagikan kisah emosionalnya saat pertama kali dipercaya memimpin cabor dayung. Ia mengungkapkan bahwa pada awal menjabat, dirinya mengemban dua pesan moral yang sangat besar.

Pesan pertama datang dari PB PODSI untuk menuntaskan satu periode kepengurusan secara penuh, dan pesan kedua datang dari insan dayung serta pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan olahraga dayung Jambi.

"Alhamdulillah, hari ini saya berdiri dengan rasa syukur karena semua amanah dan janji tersebut telah berhasil kita penuhi bersama. Pembinaan dayung itu bukan proses instan sehari atau dua hari, melainkan butuh linimasa yang panjang. Hasilnya, pada PON Aceh-Medan lalu, kita sukses menjadi cabor penyumbang medali terbanyak untuk Provinsi Jambi. Ini murni keberhasilan dari pola pembinaan yang berkelanjutan," papar Hasan Mabruri.

Mengakhiri sambutannya, Hasan Mabruri secara resmi menyatakan undur diri dan berpamitan kepada seluruh keluarga besar PODSI Jambi. Sembari menyadari adanya kekurangan selama masa kepemimpinannya, ia meyakini pengurus baru akan membawa lompatan yang jauh lebih masif.

"Saya memohon maaf atas segala kekurangan, dan saya yakin calon ketua umum selanjutnya memiliki kapasitas yang jauh lebih baik dari saya. Pesan saya untuk pengurus baru, sekeras apa pun benturan ataupun dinamika organisasi yang terjadi di internal, kepentingan pembinaan atlet yang lebih baik dan tertata harus tetap diletakkan di atas segala-galanya," pungkas Hasan. (*)

BeritaSatu Network