Dua Paket Jasa Tenaga Ahli Disdikbud Batang Hari Capai Rp7,04 Miliar, Semua untuk Kerja Mandiri

WIB
IST

Batang Hari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari mengalokasikan anggaran cukup besar untuk belanja jasa tenaga ahli tahun anggaran 2026.

Nilainya mencapai Rp7.040.000.000.

Berdasarkan data RUP tahun anggaran 2026, terdapat dua paket Belanja Jasa Tenaga Ahli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari.

Paket pertama memiliki Kode RUP 66757552 dengan total pagu Rp5.412.000.000.

Paket kedua memiliki Kode RUP 66754660 dengan total pagu Rp1.628.000.000.

Keduanya berada pada KLPD Kab. Batanghari. Keduanya berada di Satuan Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Keduanya memiliki volume pekerjaan 1 paket. Keduanya menggunakan uraian pekerjaan yang sama: Jasa Tenaga Ahli Kerja Mandiri.

Di sinilah menariknya.

Dalam dokumen pengadaan, dua paket itu tampak seperti saudara kembar. Namanya sama. Uraiannya sama. Jadwalnya sama. Metodenya sama. Jenis pengadaannya sama.

Hanya nilainya yang berbeda jauh.

Satu Rp5,41 miliar. Satu Rp1,62 miliar.

Paket pertama tercatat dengan Kode RUP 66757552.

Nama paketnya Belanja Jasa Tenaga Ahli. Nama KLPD Kab. Batanghari. Satuan kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahun anggarannya 2026.

Volume pekerjaan 1 paket.

Uraian pekerjaannya adalah Jasa Tenaga Ahli Kerja Mandiri. Spesifikasi pekerjaan dalam data hanya ditulis “-”.

Paket ini dinyatakan sebagai Produk Dalam Negeri: Ya. Usaha kecil/koperasi: Ya.

Namun pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, seluruhnya tertulis Tidak.

Pra DIPA/DPA juga tertulis Tidak.

Total pagunya Rp5.412.000.000.

Metode pemilihan Pengadaan Langsung. Jenis pengadaan Jasa Lainnya.

Pemanfaatan barang/jasa dimulai Januari 2026 dan berakhir Desember 2026. Jadwal pelaksanaan kontrak juga dimulai Januari 2026 dan berakhir Desember 2026.

Sementara jadwal pemilihan penyedia dimulai Januari 2026 dan berakhir Januari 2026.

Paket kedua tercatat dengan Kode RUP 66754660.

Nama paketnya juga Belanja Jasa Tenaga Ahli.

Nama KLPD Kab. Batanghari. Satuan kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun anggaran 2026.

Volume pekerjaan 1 paket.

Uraian pekerjaan juga sama: Jasa Tenaga Ahli Kerja Mandiri. Spesifikasi pekerjaan juga hanya ditulis “-”.

Paket ini juga tercatat sebagai Produk Dalam Negeri: Ya dan Usaha Kecil/Koperasi: Ya.

Aspek ekonomi: Tidak. Aspek sosial: Tidak. Aspek lingkungan: Tidak. Pra DIPA/DPA: Tidak.

Total pagunya Rp1.628.000.000.

Metode pemilihan Pengadaan Langsung. Jenis pengadaan Jasa Lainnya.

Pemanfaatan barang/jasa dimulai Januari 2026 hingga Desember 2026. Jadwal pelaksanaan kontrak juga Januari 2026 sampai Desember 2026.

Jadwal pemilihan penyedia berlangsung Januari 2026 sampai Januari 2026.

Berikut rincian lengkap dua paket Belanja Jasa Tenaga Ahli Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari tahun anggaran 2026:

NoDeskripsiPaket 1Paket 2
1Kode RUP6675755266754660
2Nama PaketBelanja Jasa Tenaga AhliBelanja Jasa Tenaga Ahli
3Nama KLPDKAB. BATANGHARIKAB. BATANGHARI
4Satuan KerjaDINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANDINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
5Tahun Anggaran20262026
6Volume Pekerjaan1 Paket1 Paket
7Uraian PekerjaanJasa Tenaga Ahli Kerja MandiriJasa Tenaga Ahli Kerja Mandiri
8Spesifikasi Pekerjaan--
9Produk Dalam NegeriYaYa
10Usaha Kecil/KoperasiYaYa
11Aspek EkonomiTidakTidak
12Aspek SosialTidakTidak
13Aspek LingkunganTidakTidak
14Pra DIPA/DPATidakTidak
15Total PaguRp5.412.000.000Rp1.628.000.000
16Metode PemilihanPengadaan LangsungPengadaan Langsung
17Jenis PengadaanJasa LainnyaJasa Lainnya
18Pemanfaatan Barang/Jasa MulaiJanuari 2026Januari 2026
19Pemanfaatan Barang/Jasa AkhirDesember 2026Desember 2026
20Jadwal Pelaksanaan Kontrak MulaiJanuari 2026Januari 2026
21Jadwal Pelaksanaan Kontrak AkhirDesember 2026Desember 2026
22Jadwal Pemilihan Penyedia MulaiJanuari 2026Januari 2026
23Jadwal Pemilihan Penyedia AkhirJanuari 2026Januari 2026

Total dua paket: Rp7.040.000.000

Dari total Rp7,04 miliar, paket dengan Kode RUP 66757552 menjadi yang terbesar.

Nilainya Rp5,412 miliar, atau sekitar 76,88 persen dari total dua paket.

Sementara paket dengan Kode RUP 66754660 bernilai Rp1,628 miliar, atau sekitar 23,12 persen.

Berikut komposisinya:

NoKode RUPNama PaketTotal PaguPersentase
166757552Belanja Jasa Tenaga AhliRp5.412.000.00076,88%
266754660Belanja Jasa Tenaga AhliRp1.628.000.00023,12%
TotalRp7.040.000.000100%

Dari data itu terlihat, satu paket menyerap porsi sangat dominan.

Lebih dari tiga perempat total anggaran jasa tenaga ahli berada pada satu kode RUP.

Salah satu hal yang menarik dalam data ini adalah bagian Spesifikasi Pekerjaan.

Untuk dua paket tersebut, spesifikasi pekerjaan sama-sama ditulis “-”.

Padahal nilai paketnya cukup besar.

Satu Rp5,41 miliar. Satu Rp1,62 miliar.

Dalam belanja jasa tenaga ahli, publik tentu perlu mengetahui lebih jauh: tenaga ahli untuk bidang apa, berapa orang, kualifikasinya seperti apa, output pekerjaannya apa, dan bagaimana ukuran keberhasilannya.

Apalagi sektor pendidikan adalah sektor yang langsung bersentuhan dengan masa depan anak-anak.

Belanja tenaga ahli bisa menjadi penting jika benar-benar diarahkan untuk memperkuat mutu pendidikan, perencanaan program, pengawasan kegiatan, peningkatan kapasitas, pendampingan sekolah, atau perbaikan tata kelola.

Namun tanpa penjelasan rinci, publik hanya melihat angka besar.

Dan angka besar yang tidak dijelaskan selalu mengundang pertanyaan.

Sejumlah warga Batang Hari berharap alokasi anggaran jasa tenaga ahli ini dijelaskan secara terbuka.

Salah seorang warga, Rahman, mengatakan masyarakat tidak anti terhadap belanja tenaga ahli. Namun nilai yang mencapai Rp7,04 miliar dinilai perlu dijelaskan secara rinci.

“Kalau memang untuk memperbaiki mutu pendidikan, tentu kami dukung. Tapi masyarakat perlu tahu tenaga ahli apa, kerjanya apa, hasilnya apa, dan manfaatnya untuk sekolah,” ujarnya.

Warga lainnya, Misno, menilai anggaran pendidikan sebaiknya benar-benar diarahkan untuk kebutuhan yang menyentuh siswa dan sekolah.

“Jangan sampai anggaran besar habis untuk jasa, tapi sekolah masih kekurangan fasilitas. Kalau tenaga ahli itu penting, jelaskan hasil kerjanya. Jangan cuma tertulis satu paket,” katanya.

Sementara itu, seorang wali murid berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari membuka informasi secara sederhana kepada publik.

“Kami orang tua murid ingin pendidikan lebih baik. Kalau ada belanja miliaran, kami ingin tahu dampaknya untuk anak-anak. Apakah guru terbantu, sekolah terbantu, atau programnya hanya administrasi,” ujarnya.

Mengapa ada dua paket dengan nama dan uraian yang sama, tetapi nilai berbeda besar?

Apakah ruang lingkupnya berbeda? Apakah tenaga ahlinya berbeda? Apakah lokasinya berbeda? Apakah bidang kerjanya berbeda? Apakah output-nya berbeda?(*)

BeritaSatu Network