Tebo - Proses tender proyek pengembangan infrastruktur kesehatan di RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Tebo, kembali memicu tanda tanya besar. Kali ini, sorotan jatuh pada paket lelang Jasa Konsultansi Perencanaan Arsitektur senilai lebih dari Rp 1 Miliar, yang prosesnya diwarnai 'gugur massal' para peserta di tahap pembuktian.
Berdasarkan data LPSE Kabupaten Tebo dengan Kode RUP 62074207, tender jasa konsultansi untuk Pengembangan Gedung Kebidanan (Kebidanan dan Anak serta Rawat Inap THT dan Mata) ini disiapkan dari dana APBD 2026.
Nilai Pagu Paket yang digelontorkan mencapai Rp 1.128.420.000,00 (Rp 1,1 Miliar). Namun, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dipatok panitia lelang berada jauh di bawahnya, yakni Rp 934.950.780,00.
Proyek berjenis Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi ini menggunakan metode Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya, dengan pembobotan 80.0 untuk Teknis dan 20.0 untuk Biaya. Sistem kontrak yang disepakati adalah Lumsum.
Dari hasil akhir evaluasi Pokja yang kini berstatus 'Tender Sudah Selesai', kemenangan telak diraih oleh CV. Atifa Cipta Rencana. Perusahaan yang beralamat di Jl. Marsda Surya Darma No. 08, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Jambi ini berhasil menyingkirkan delapan pesaing lainnya dengan mulus.
Baca berita terkait:
CV. Atifa Cipta Rencana keluar sebagai juara dengan Harga Penawaran awal dan Harga Terkoreksi sebesar Rp 928.149.255,00. Usai negosiasi, disepakatilah harga final kontrak di angka Rp 927.927.255,00. Mereka juga berhasil meraih skor akhir evaluasi sebesar 78,52.
Namun, yang menjadi kejanggalan publik bukanlah kemenangan CV asal Kota Jambi tersebut, melainkan dinamika kompetisi yang terbilang 'aneh'. Berdasarkan rincian evaluasi Pokja terhadap 9 peserta yang masuk daftar evaluasi, sebagian besar pesaing utama rontok dengan alasan yang terkesan 'mundur teratur'.
Berikut adalah daftar 9 peserta evaluasi dan alasan kegagalannya:
- CV. Atifa Cipta Rencana: (Pemenang).
- CV. Desain Teknik: Gugur (Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi).
- CV. Bosco Consultant: Gugur (Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi).
- Triple Line Consultant: Tidak ada penawaran harga.
- PT. Paduraksa Konsultan: Gugur (Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi).
- PT. Metaforma Consultans: Gugur (Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi).
- CV. Renco Engineering: Tidak ada penawaran harga.
- CV. Mitra Yenuko Pratama: Tidak ada evaluasi teknis/harga.
- PT. Arenco Lima Bintang: Tidak ada evaluasi teknis/harga.
Fakta bahwa empat perusahaan konsultan besar rontok berjamaah hanya karena "Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi", sementara sisanya 'lumpuh' tanpa penawaran harga, tentu memunculkan spekulasi. Publik patut bertanya-tanya: apakah tender Rp 1,1 Miliar ini sedari awal sudah dikondisikan untuk satu pemenang, sehingga perusahaan lain hanya sekadar numpang lewat?
Kini, dengan dimenangkannya tender perencanaan oleh CV Atifa Cipta Rencana senilai Rp 927 Juta, beban pembuktian ada di pundak pihak konsultan. Masyarakat Tebo menanti hasil desain arsitektur yang benar-benar berkualitas untuk Gedung Kebidanan, Anak, THT, dan Mata, yang akan menjadi fasilitas vital bagi RSUD kebanggaan daerah tersebut.
Bagaimana rekam jejak CV Atifa? Update terus beritanya di Jambi Link.(*)