Oleh:
Syahrasaddin
Diskusi produktif antara kami di jajaran Tenaga Ahli Gubernur Jambi bersama Kepala BPS Provinsi Jambi beserta jajaran pada Selasa (14/4) kemarin, memberikan konfirmasi penting atas arah pembangunan kita. Data yang tersaji bukan sekadar potret angka, melainkan kompas strategis yang menunjukkan bahwa Jambi kini berada di ambang transformasi besar. Kita sedang bersiap melakukan lompatan dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis nilai tambah.
Data menunjukkan struktur ekonomi kita masih didominasi sektor primer: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (34,49%) serta Pertambangan (13%). Dalam diskursus ekonomi global, kondisi ini sering disebut sebagai Hipotesis Prebisch-Singer, di mana ketergantungan pada bahan mentah memiliki tantangan berupa fluktuasi harga. Namun, bagi Jambi, data ini justru menunjukkan satu hal: kita memiliki cadangan "bahan bakar" yang luar biasa besar untuk menggerakkan mesin industri di masa depan.
Membendung "Kebocoran Nilai Tambah"
Realitas saat ini adalah tantangan yang juga dialami oleh banyak wilayah berkembang di dunia, yaitu value leakage atau kebocoran nilai tambah. Kita adalah produsen yang tangguh, namun potensi ekonomi kita akan jauh lebih berlipat jika proses pengolahan dilakukan di bumi Jambi.
Ibarat seorang pelari yang memiliki stamina hebat, Jambi hanya perlu sedikit sentuhan teknik untuk menjadi juara. Kita bisa belajar dari keberhasilan Vietnam yang secara bertahap menggeser orientasi ekonominya. Mereka tidak lagi hanya menjual biji kopi atau karet mentah, tetapi membangun ekosistem hilirisasi yang kuat. Inilah arah yang sedang diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Jambi: memastikan bahwa setiap tetes getah karet dan setiap kilogram sawit memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat lokal melalui proses industrialisasi.
Memperkuat Aglomerasi dan Daya Saing
Mengapa hilirisasi menjadi kunci? Teori Aglomerasi Paul Krugman menjelaskan bahwa kemakmuran sebuah daerah tercipta ketika industri-industri berkumpul dan membentuk ekosistem yang saling mendukung. Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa infrastruktur adalah pembuluh darah industri.
Upaya peningkatan konektivitas menuju pelabuhan dan kawasan industri yang terus dilakukan saat ini adalah langkah konkret untuk menurunkan biaya logistik. Ketika aksesibilitas semakin baik, Jambi tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah kemajuan provinsi tetangga, tetapi menjadi magnet baru investasi di Sumatera. Kita sedang membangun "rumah" yang nyaman bagi para investor agar mereka tidak hanya singgah, tetapi menetap dan tumbuh bersama kita.
Langkah Solutif ke Depan
Untuk mendukung visi besar pemerintah, terdapat beberapa langkah akselerasi yang dapat kita pertajam bersama:
- Fokus pada Hilirisasi Agroindustri: Mendorong terciptanya industri turunan (seperti oleokimia atau produk karet) di dekat sentra produksi. Ini akan menciptakan lapangan kerja modern dan memastikan nilai tambah tetap berada di Jambi.
- Klasterisasi Kawasan Industri: Memperkuat identitas wilayah, seperti Tanjab Barat dan Timur sebagai pusat logistik dan agro-marine, serta Muaro Jambi sebagai hub pengolahan. Klaster ini akan memudahkan integrasi rantai pasok.
- Penguatan SDM Vokasi Industri: Menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi teknis dan otomasi. Melalui link and match antara SMK/Politeknik dengan industri, kita memastikan putra-putri Jambi menjadi aktor utama dalam transformasi ini.
- Reformasi Investasi yang Adaptif: Terus mempermudah perizinan dan memberikan insentif yang kompetitif bagi industri yang berkomitmen melakukan pengolahan di dalam daerah.
Menuju Jambi yang Tangguh
Jambi saat ini tidak sedang stagnan; kita sedang menghimpun kekuatan untuk melakukan transisi struktural yang berkelanjutan. Transformasi dari "producer of raw commodities" menjadi "processor of value-added products" adalah jalan panjang yang memerlukan sinergi semua pihak.
Dengan data BPS sebagai basis kebijakan dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, saya optimis bahwa dalam dekade ini, Jambi akan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumatera. Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi pertumbuhan yang memiliki kedalaman industrial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Jambi.(*)
*Penulis adalah Mantan Sekda Provinsi Jambi, Ketua Tenaga Ahli Gubernur Jambi