Kerinci - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tampaknya benar-benar serius memoles fasilitas Bandar Udara (Bandara) Depati Parbo di Kabupaten Kerinci. Pada Tahun Anggaran 2026 ini, aliran dana dari pusat terus mengalir deras ke bandara kebanggaan warga 'Sekepal Tanah dari Surga' tersebut.
Sebelumnya, Kemenhub diketahui telah mengalokasikan dana segar senilai Rp 5,8 miliar yang diperuntukkan bagi Pembangunan Access Road (jalan akses), Pelataran Parkir PKP-PK, hingga Service Road. Rupanya, guyuran anggaran tak berhenti sampai di situ saja!
Berdasarkan data yang dihimpun, pemerintah pusat kembali menyiapkan pagu anggaran senilai Rp 4.851.807.000 (Rp 4,85 Miliar).
Dana miliaran ini dialokasikan secara khusus untuk satu paket pekerjaan vital, yakni Pembangunan Gedung PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran) dan Bak Penampungan Air.
Berikut adalah rincian fakta dari proyek fasilitas keselamatan penerbangan di Bandara Depati Parbo Kerinci tersebut.
Proyek bernilai nyaris Rp 5 Miliar ini terdaftar dengan kode RUP 64186519 dan berada langsung di bawah Satuan Kerja (Satker) Bandar Udara Depati Parbo di Kerinci.
Berita terkait baca di sini :
Menariknya, paket pekerjaan bangunan gedung ini tidak menggunakan skema tender umum, melainkan menggunakan metode pemilihan E-Purchasing (Katalog Elektronik). Kemenhub juga memberikan catatan tegas bahwa proyek ini diwajibkan menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) serta dialokasikan untuk segmen Usaha Kecil/Koperasi.
Untuk lini masa pengerjaannya, jadwal pemilihan penyedia jasa telah digulirkan sejak Januari hingga Februari 2026. Sesuai jadwal, alat berat dan para pekerja sudah mulai turun ke lapangan, di mana masa pelaksanaan kontrak diteken dari Februari 2026 hingga tuntas pada Desember 2026.
Pembangunan Gedung PKP-PK dan Bak Penampungan Air ini merupakan syarat mutlak untuk menunjang fasilitas keselamatan di sebuah bandara. PKP-PK sendiri adalah unit gawat darurat yang bertugas menanggulangi kondisi darurat, kecelakaan penerbangan, hingga bahaya kebakaran di area bandar udara.
Dengan kucuran dana miliaran rupiah yang meliputi perbaikan akses jalan hingga fasilitas keselamatan darurat ini, diharapkan Bandara Depati Parbo Kerinci bisa segera meningkatkan kelas pelayanannya, mendatangkan lebih banyak maskapai, dan menggenjot sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci!