Batang Hari – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mulai menggelindingkan salah satu proyek strategis sektor pariwisata tahun 2026. Paket pekerjaan Penataan Kawasan Aek Meliuk dan Pembangunan Wisata Air Terjun Buatan (Aek Tumpah) resmi masuk tahap tender.
Berdasarkan data pengadaan, proyek ini berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batanghari dengan nilai pagu mencapai Rp 3.620.210.214.
Tender itu menggunakan skema pascakualifikasi satu file dengan metode harga terendah sistem gugur, yang berarti pemenang akan ditentukan dari penawaran terendah yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.
Menariknya, proyek ini khusus diperuntukkan bagi penyedia dengan kualifikasi usaha kecil, membuka peluang bagi kontraktor lokal untuk bersaing.
Nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) paket tercatat hampir identik dengan pagu, yakni Rp 3.620.210.000, dengan jenis kontrak harga satuan.
Tahapan tender dimulai sejak 4 April 2026 dengan pengumuman pascakualifikasi dan download dokumen pemilihan hingga 9 April 2026.
Peserta hanya memiliki waktu singkat untuk memasukkan penawaran, yakni dari 6 April hingga 9 April 2026 pukul 12.00 WIB.
Setelah itu, proses akan bergerak cepat:
- Pembukaan penawaran: 9 April 2026
- Evaluasi dokumen: 9–14 April 2026
- Pembuktian kualifikasi: 14 April 2026
- Penetapan pemenang: 14 April 2026
- Pengumuman pemenang: 14 April 2026 malam
Jika tidak ada sanggahan, kontrak ditargetkan sudah diteken paling lambat 5 Mei 2026.
Dalam dokumen kualifikasi, peserta diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam 4 tahun terakhir, serta memenuhi ketentuan Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Khusus untuk perusahaan kecil yang belum genap 3 tahun berdiri, tetap diperbolehkan ikut, namun dengan syarat memiliki minimal satu pengalaman pekerjaan sejenis untuk paket di atas Rp 2,5 miliar.
Selain itu, peserta wajib memenuhi berbagai syarat administratif seperti:
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Sertifikat Badan Usaha (SBU)
- Status pajak valid
- Pakta integritas dan surat pernyataan
Proyek ini digadang-gadang menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata baru di Batanghari, khususnya kawasan Aek Meliuk dengan konsep air terjun buatan.
Namun, dengan durasi tender yang relatif singkat dan sistem gugur harga terendah, publik tentu akan menanti siapa kontraktor yang mampu memenangkan proyek ini—dan yang lebih penting, bagaimana kualitas hasil akhirnya.
Apakah proyek ini benar-benar akan menjadi ikon wisata baru, atau justru berakhir sebagai proyek biasa tanpa dampak signifikan?
Jawabannya akan mulai terlihat setelah pemenang diumumkan pada pertengahan April nanti.(*)