Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kilogram secara nasional sebanyak lebih dari 23 juta tabung sepanjang Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi, khususnya menjelang momentum Lebaran 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penambahan pasokan tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap lonjakan kebutuhan energi, terutama pada sektor rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
“Langkah penambahan fakultatif ini merupakan bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya konsumsi LPG pada momentum hari besar keagamaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu.
Ia menegaskan, Pertamina berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi secara optimal di seluruh wilayah Indonesia selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kami memastikan penambahan pasokan LPG 3 kg guna melayani kebutuhan masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro, agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman,” tambahnya.
Selain menambah pasokan, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat distribusi dan pengawasan di lapangan agar penyaluran LPG subsidi dapat tepat sasaran.
Sebanyak 6.300 agen LPG disiagakan dan tetap beroperasi selama hari libur guna memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat.
Roberth juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya serta melakukan pembelian di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.
Di sisi lain, bagi pengguna LPG nonsubsidi, Pertamina menghadirkan sejumlah promo untuk produk Bright Gas. Salah satunya adalah program penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg secara gratis selama periode promo.
Selain itu, pelanggan juga dapat memperoleh potongan harga hingga Rp25.000 untuk pengisian ulang Bright Gas 5,5 kg melalui aplikasi MyPertamina.
Pertamina memastikan akan terus memantau distribusi LPG di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kelancaran pasokan selama libur panjang Lebaran.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi serta mendukung aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. (*)