Jadwal Dimajukan, Penawar Terendah Proyek Banjir Bungo Rp 11,4 Miliar Gugur

WIB
IST

Jambi - Dinamika mengejutkan terjadi dalam proses tender proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Batang Tebo di Kabupaten Bungo.

Paket pekerjaan di bawah naungan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi dengan pagu Rp 11.440.000.000,00 (Rp 11,44 miliar) ini mengalami perubahan jadwal signifikan.

Tahap Penetapan Pemenang yang semula dijadwalkan baru akan diumumkan pada 3 Maret 2026, secara mendadak dimajukan menjadi 11 Februari 2026.

Jika tidak ada sanggahan dari peserta yang kalah, Penandatanganan Kontrak dijadwalkan bakal digelar pada 20 Februari 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan, sejumlah kontraktor unggulan, termasuk penawar terendah, dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat administrasi maupun teknis.

CV. ENDROTAMA ENGINEERING, yang mengajukan penawaran terendah di angka Rp 8.921.274.240,92, harus gigit jari. Pokja menggugurkan perusahaan ini karena masalah bukti kepemilikan peralatan.

"Bukti kepemilikan alat Crawler Crane, Pile Driver + Hammer, Tug Boat, Bar Cutter, dan Bar Bender tidak ada. Yang disampaikan hanya berupa Pencatatan SDPK di mana jenis bukti kepemilikan alat tidak bisa dilihat," bunyi catatan evaluasi Pokja.

Nasib serupa dialami oleh kelompok kontraktor yang mengajukan harga penawaran "kembar" (Rp 9.152.000.000,00). Mereka gugur dengan alasan yang beragam, mulai dari masalah personel hingga administrasi sepele.

  1. PT. ANDINA TEKNIK KONSTRUKSI: Gugur karena kesalahan administrasi fatal, yakni tidak mencantumkan Nama Pokja di dalam Jaminan Penawaran.
  2. CV. GALAKSI MITRA ABADI: Gugur karena kesalahan elementer, yakni tidak menyampaikan Daftar Personel Manajerial.
  3. CV ANDALAS JAYA PUTRA: Gugur karena personel manajerial (Ahli K3 Konstruksi) yang ditawarkan memiliki pengalaman 0 tahun, tidak sesuai syarat dokumen pemilihan.

Sementara itu, peserta kelima dengan harga mirip, PERMATA EMAS BERLIAN (Rp 9,152 Miliar lebih 5 perak), juga gugur karena kapasitas Tug Boat yang ditawarkan hanya 280 PK, tidak sesuai persyaratan.

Selain nama-nama di atas, Pokja juga mencoret sejumlah peserta lain karena ketidaksesuaian spesifikasi peralatan utama (Ponton/Tongkang):

  • PT. EKKLESIA PERMATA BUANA (Rp 10,3 M): Gugur karena Nama Pokja tidak ada di Jaminan Penawaran.
  • CV. AVINDO (Rp 9,35 M): Gugur karena kapasitas Ponton/Tongkang yang ditawarkan (292 GT) tidak sesuai syarat.
  • CV. CAHAYA BARU ABADI (Rp 9,72 M): Gugur karena bukti sewa Ponton (Tongkang Hanjaya 1301) tidak sesuai syarat.
  • DD KONTRAKTOR (Rp 10,29 M): Gugur karena bukti alat Tongkang tidak sesuai syarat dokumen pemilihan.

Dengan gugurnya deretan kontraktor ini, publik menanti siapa yang akhirnya ditetapkan sebagai pemenang oleh BWSS VI Jambi dalam jadwal yang telah dipercepat tersebut. Masa sanggah kini menjadi kesempatan terakhir bagi para peserta untuk mempertanyakan hasil evaluasi Pokja.(*)

BeritaSatu Network