Medan – PT Perkebunan Nusantara IV Regional I kembali menyalurkan dana Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.
Untuk Triwulan III 2026, total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp417,64 juta.
Dana tersebut dibagikan kepada 36 objek penerima yang tersebar di wilayah operasional perusahaan.
Penyaluran dilakukan di Aula Sawit Kantor PTPN IV Regional I, Jalan Sei Batanghari No. 2, Medan, Kamis (22/10/2026).
Bantuan diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.
36 Proposal Disetujui
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional I Hendra Kesuma mengatakan terdapat 36 proposal yang lolos untuk menerima bantuan.
Besaran masing-masing bantuan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas.
“Dari 36 proposal yang disetujui, alokasi bantuan diselaraskan dengan ketersediaan dana serta skala prioritas,” ujar Hendra.
Penerima bantuan juga diminta mempertanggungjawabkan penggunaan dana.
“Laporan pertanggungjawaban dari masing-masing objek penerima kami harapkan dapat diterima paling lambat 30 hari setelah dana bantuan ditransfer,” lanjutnya.
Menyasar Banyak Wilayah
Wilayah operasional PTPN IV Regional I mencakup sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Di antaranya Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Asahan, Simalungun, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Tapanuli Selatan hingga Kota Medan.
Program TJSL diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar kawasan operasional tersebut.
Perusahaan menempatkan program ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap pembangunan masyarakat.
PTPN IV: Harus Ada Dampak Nyata
Region Head PTPN IV Regional I Rurianto mengatakan program TJSL menjadi salah satu bentuk kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai bukti nyata bahwa PTPN IV Regional I tetap bisa dan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,” ujar Rurianto.
Menurutnya, TJSL tidak hanya dipandang sebagai kegiatan bantuan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari bisnis berkelanjutan.
Planet, People, Profit
Dalam menjalankan TJSL, PTPN IV Regional I menggunakan pendekatan keseimbangan tiga aspek.
Yakni planet, people, dan profit.
Lingkungan harus dijaga.
Masyarakat harus mendapat manfaat.
Namun keberlanjutan bisnis perusahaan juga tetap diperhatikan.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan ingin setiap bantuan memiliki dampak yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan.
Tegaskan Tidak Boleh Ada Imbalan
Rurianto juga menyinggung penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau SMAP.
Sistem itu diterapkan dalam proses operasional, termasuk ketika perusahaan melakukan survei terhadap calon penerima bantuan.
“Dalam melaksanakan seluruh operasi bisnis termasuk survei objek bantuan, PTPN IV Regional I menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan,” tegasnya.
Ia menegaskan petugas tidak dibenarkan meminta atau menerima imbalan.
“Petugas tidak dibenarkan meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting agar bantuan sosial perusahaan tidak berubah menjadi ruang transaksi atau pungutan.
Bantuan Dinilai dengan SIA
PTPN IV Regional I juga menggunakan pendekatan Social Impact Assessment (SIA) dalam menentukan nilai akhir bantuan.
Pendekatan ini digunakan untuk menilai potensi dampak sosial terhadap masyarakat di sekitar distrik dan kebun.
Selain itu, perusahaan menerapkan prinsip Creating Shared Value (CSV).
Konsep tersebut diarahkan agar penyelesaian persoalan sosial bisa berjalan seiring dengan kepentingan dan keberlanjutan bisnis.
Dengan kata lain, bantuan diharapkan tidak hanya habis dipakai.
Programnya harus memiliki manfaat yang lebih panjang.
Penerima Diminta Gunakan Sesuai Proposal
Rurianto meminta dana yang ditransfer digunakan sesuai tujuan awal.
“Dana bantuan yang nantinya akan diberikan PTPN IV Regional I melalui transfer, kiranya dapat bermanfaat dan sepenuhnya dimanfaatkan sesuai peruntukan yang diajukan pada proposal,” ujarnya.
Perusahaan juga berharap masyarakat ikut mendukung keberlangsungan operasional PTPN IV Regional I.
Sebab kinerja dan produktivitas perusahaan akan ikut memengaruhi kemampuan penyaluran program sosial secara berkelanjutan.
Penerima Sampaikan Apresiasi
Perwakilan penerima bantuan, Muhammad Ali Parinduri dari Yayasan Taklimil Quran Hubbur Rasul, menyampaikan terima kasih kepada manajemen PTPN IV Regional I.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran manajemen PTPN IV Regional I, semoga PTPN IV Regional I ini semakin maju, jaya dan barokah,” ujar Ali.
Ia berharap keberadaan perusahaan terus memberi manfaat kepada masyarakat.
“Dan perusahaan ini menjadi perusahaan yang membawa manfaat besar bagi kita semua,” tuturnya.
Bukan Sekadar Serahkan Dana
Program TJSL pada akhirnya akan diuji dari penggunaannya.
Total Rp417,64 juta telah dialokasikan.
Sebanyak 36 penerima telah ditetapkan.
Kini yang menjadi pekerjaan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah benar-benar dipakai sesuai proposal dan memberi dampak nyata.
Karena bagi perusahaan, keberhasilan program sosial bukan hanya terlihat dari berapa besar dana yang disalurkan.
Tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah bantuan itu diterima. (*)