Komisaris Independen Baru Bank Jambi Perkuat Optimisme Publik

WIB
Ist

Kehadiran dua komisaris independen baru Bank Jambi, Dr. Fitriaty, S.E., M.M. dan H. Ahmad Jais, S.E., M.E.I., dinilai memberikan warna baru sekaligus memperkuat optimisme publik terhadap penguatan tata kelola perusahaan, fungsi pengawasan dan keberlanjutan bisnis bank pembangunan daerah tersebut.

Berbicara di Jambi (28/9) pengamat perbankan sekaligus akademisi STIE Jambi, Laila Farhat, S.E., M.M., mengatakan latar belakang kedua komisaris independen tersebut memiliki karakter yang saling melengkapi. Fitriaty yang berlatar belakang akademisi dinilai dapat memberikan perspektif konseptual, objektif dan berbasis keilmuan, sementara Ahmad Jais memiliki pengalaman panjang berkarier di Bank Jambi sehingga memahami karakteristik bisnis, proses dan dinamika operasional perbankan daerah.

“Dari perspektif governance, kombinasi seperti ini cukup menarik. Latar belakang akademik dapat memberikan pengayaan dari sisi konseptual dan objektivitas, sementara pengalaman panjang di industri perbankan, khususnya Bank Jambi, memberikan pemahaman praktis terhadap proses bisnis dan dinamika organisasi,” ujar Laila.

Menurutnya, komisaris independen memiliki posisi strategis dalam struktur tata kelola bank karena menjalankan fungsi oversight terhadap kebijakan dan kinerja manajemen. Karena itu, kompetensi dan pengalaman komisaris menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG) berjalan efektif.

“Komisaris independen merupakan bagian dari mekanisme check and balance. Fungsi ini penting untuk memastikan pengelolaan bank tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, kepatuhan dan kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Laila menilai latar belakang akademik Dr. Fitriaty dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan strategis, termasuk aspek tata kelola, pengembangan organisasi dan keberlanjutan bisnis. Sementara pengalaman Ahmad Jais di Bank Jambi dapat menjadi modal dalam memahami karakteristik risiko dan tantangan yang dihadapi bank secara lebih kontekstual.

“Pengalaman perbankan memberikan insight terhadap praktik bisnis, sedangkan perspektif akademik dapat memperkaya analisis dan melihat persoalan secara lebih objektif. Keduanya dapat saling melengkapi dalam menjalankan fungsi pengawasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan Bank Jambi ke depan tidak hanya terkait pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas aset, likuiditas, permodalan, kualitas kredit serta efektivitas manajemen risiko.

“Bank tidak cukup hanya tumbuh secara bisnis. Pertumbuhan harus berkualitas dan sustainable. Karena itu, fungsi komisaris sangat penting untuk memastikan ekspansi bisnis tetap berada dalam koridor prudential banking,” ujarnya.

Laila juga melihat kehadiran komisaris independen baru sebagai momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap proses tata kelola Bank Jambi. Terlebih, sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jambi memiliki peran strategis dalam intermediasi keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta pembangunan daerah.

“Publik tentu berharap kehadiran dua komisaris independen ini memberikan value added terhadap Bank Jambi. Yang terpenting adalah bagaimana kompetensi dan pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi fungsi pengawasan yang efektif, objektif dan mampu memberikan rekomendasi strategis kepada manajemen,” katanya.

Menurut Laila, sinergi antara pengalaman akademik dan pengalaman praktis perbankan juga relevan menghadapi perubahan industri yang semakin cepat, termasuk digitalisasi layanan, penguatan keamanan siber, tuntutan kepatuhan serta kebutuhan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

“Dengan kombinasi perspektif akademik dan pengalaman panjang di industri perbankan, publik tentu memiliki ekspektasi agar fungsi governance, risk management and compliance di Bank Jambi semakin kuat. Pada akhirnya, tata kelola yang baik akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan bank yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

BeritaSatu Network