Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi Salurkan Bantuan Logistik untuk Tim Pemadam Karhutla

WIB
ist

JAMBI - Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi kembali bergerak dalam penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kali ini, perhatian tidak hanya diarahkan kepada masyarakat terdampak.

Tim pemadam yang selama ini berada di garis depan menghadapi api dan asap juga mendapat dukungan.

Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi menyalurkan sejumlah bantuan logistik ke Posko Darurat Satgas Karhutla Provinsi Jambi di Makorem 042/Garuda Putih, Jumat (4/9/2026).

Bantuan yang dibawa cukup beragam.

Mulai dari minuman elektrolit.

Susu steril.

Alat Pelindung Diri (APD).

Tabung oksigen portable.

Paket obat-obatan.

Makanan ringan.

Hingga makanan cepat saji.

Bergerak dari Posko Karang Taruna

Sebelum menuju Makorem 042/Garuda Putih, jajaran Satgas lebih dahulu berkumpul di Posko Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi di depan UM Jambi.

Dari sana, bantuan kemudian dibawa bersama menuju posko darurat.

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Karang Taruna selama penanganan Karhutla berlangsung.

Sebelumnya, Satgas telah membagikan masker dan vitamin.

Menyalurkan air bersih.

Membantu masyarakat di sejumlah daerah.

Kini dukungan diarahkan kepada personel yang bekerja langsung di lokasi kebakaran.

Arif Hermanto: Mereka Tak Boleh Berjuang Sendiri

Sekretaris Karang Taruna Provinsi Jambi Arif Hermanto mengatakan petugas pemadam menjadi salah satu kelompok yang juga membutuhkan perhatian selama operasi Karhutla berlangsung.

“Mereka berada di lapangan menghadapi api, asap, panas dan medan yang tidak mudah. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri. Kalau kita tidak berada di garis depan memadamkan api, setidaknya kita bisa berdiri di belakang mereka dengan memberikan dukungan sesuai kemampuan kita,” kata Arif Hermanto.

Menurut Arif, bantuan logistik dipilih karena langsung berkaitan dengan kebutuhan petugas selama menjalankan tugas.

“Minuman, makanan, APD, obat-obatan sampai oksigen portable ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi teman-teman yang berjam-jam berada di lapangan, dukungan seperti ini sangat berarti. Ini bentuk terima kasih kami kepada seluruh personel yang terus bekerja menjaga Jambi,” ujarnya.

Petugas Hadapi Panas dan Asap

Penanganan Karhutla di Jambi dalam beberapa waktu terakhir melibatkan berbagai unsur.

TNI.

Polri.

BPBD.

Manggala Agni.

Damkar.

Masyarakat Peduli Api.

Relawan.

Hingga pihak lain yang ikut mendukung operasi lapangan.

Mereka harus berhadapan dengan kondisi panas, asap serta medan yang tidak selalu mudah dijangkau.

Karena itu, dukungan logistik menjadi salah satu kebutuhan yang harus dijaga selama operasi berlangsung.

Bantuan Bukan Sekadar Seremonial

Arif mengatakan Karang Taruna tidak ingin kegiatan tersebut berhenti pada penyerahan simbolis.

Yang lebih penting adalah bantuan benar-benar digunakan oleh petugas.

“Kita ingin bantuan ini sampai kepada mereka yang memang membutuhkan. Jangan hanya seremonial. Apa yang kita bawa harus benar-benar membantu petugas yang sedang bekerja di lapangan,” kata Arif.

Menurutnya, Karang Taruna akan terus memantau perkembangan kebutuhan.

Jika kondisi berubah, bentuk bantuan juga dapat disesuaikan.

Dari Warga ke Petugas

Selama beberapa hari terakhir, Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi telah menjalankan sejumlah aksi.

Ada pembagian masker dan vitamin.

Ada pendistribusian air bersih.

Ada bantuan ke wilayah terdampak.

Dan kini ada dukungan untuk tim pemadam.

Pola tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menyangkut api.

Ada dampak kesehatan.

Ada kebutuhan masyarakat.

Dan ada kebutuhan personel yang terus bekerja.

Arif: Karhutla Bukan Beban Satu Institusi

Arif menilai penanganan Karhutla harus dibangun melalui kolaborasi.

“Karhutla bukan beban satu institusi. Pemerintah bekerja, TNI-Polri bekerja, petugas kehutanan bekerja, relawan bekerja. Organisasi sosial dan masyarakat juga harus mengambil bagian. Tidak semua harus memegang selang pemadam, tetapi semua bisa berkontribusi,” ujarnya.

Menurutnya, cara paling sederhana adalah melihat apa yang dibutuhkan di lapangan.

Lalu bergerak.

Tidak perlu menunggu bantuan dalam jumlah besar.

Oksigen Portable Ikut Disiapkan

Salah satu bantuan yang disalurkan adalah tabung oksigen portable.

Peralatan tersebut disiapkan sebagai dukungan kebutuhan darurat di tengah paparan asap.

Selain itu, paket obat dan APD turut disertakan.

Karang Taruna berharap perlengkapan tersebut membantu petugas menjaga kondisi fisik selama operasi.

Dukungan Moral Sama Pentingnya

Arif mengatakan bantuan material bukan satu-satunya tujuan kegiatan.

Ada pesan moral yang ingin disampaikan.

Bahwa petugas yang bekerja di lapangan tidak sendirian.

“Kadang orang di lapangan bukan hanya butuh logistik, tapi juga butuh tahu bahwa ada masyarakat yang mendukung mereka. Ada yang peduli. Ada yang mendoakan. Itu juga bagian dari energi untuk terus bekerja,” kata Arif.

Satgas Karang Taruna Akan Terus Bergerak

Karang Taruna Provinsi Jambi memastikan gerakan sosial tidak berhenti pada aksi 4 September.

Koordinasi akan terus dilakukan untuk melihat kebutuhan berikutnya.

Bentuknya bisa berbeda.

Bisa kembali berupa air bersih.

Masker.

Vitamin.

Logistik.

Atau dukungan lain yang dibutuhkan.

“Selama masyarakat dan daerah membutuhkan, kami akan berusaha hadir. Prinsipnya sederhana, kepedulian jangan berhenti sebagai ucapan. Harus diwujudkan dalam tindakan,” ujar Arif.

Di Belakang Mereka yang Melawan Api

Di tengah operasi Karhutla, perhatian publik sering tertuju pada kobaran api.

Namun di belakang setiap proses pemadaman ada petugas yang harus terus dijaga kondisinya.

Mereka bekerja berjam-jam.

Berhadapan dengan panas.

Menghirup asap.

Dan harus tetap bertahan sampai api benar-benar terkendali.

Karang Taruna Provinsi Jambi memilih mengambil posisi di bagian itu.

Tidak berada di garis depan memegang selang, tetapi berdiri di belakang mereka yang melawan api dengan membawa makanan, APD, obat-obatan, elektrolit dan oksigen. (*)

BeritaSatu Network