Syekh Ala Lanjutkan Dakwah ke Daaru Attauhid, Hj Ernawati dan HBA Ikut Mengiringi

WIB
Ist

Muaro Jambi - Lawatan ulama asal Mesir, Maulana Syekh ‘Ala Muhammad Musthafa Na’imah, di Provinsi Jambi belum berhenti.

Usai menjalani rangkaian agenda di Kota Jambi, Syekh Ala melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Daaru Attauhid, Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (4/9/2026) sore.

Syekh Ala tiba sekitar pukul 17.00 WIB bersama Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd.

Kedatangan rombongan langsung disambut pimpinan Pondok Pesantren Daaru Attauhid, KH Sholahuddin Syargawi Al Qodiri, bersama para pengasuh, santri dan keluarga besar pesantren.

Suasana pesantren pun mendadak semarak.

Santri dan jamaah sudah menanti.

Syekh Ala yang sepanjang hari menjalani agenda cukup padat tetap menyempatkan diri menyapa tuan rumah dan jamaah sebelum memasuki rangkaian kegiatan.

Hingga Jumat malam ini, kegiatan di Pondok Pesantren Daaru Attauhid masih berlangsung.

Sejumlah Tokoh Ikut Mengiring

Kunjungan Syekh Ala ke Kumpeh tidak hanya didampingi Hj Ernawati.

Sejumlah tokoh Jambi ikut mengiringi perjalanan menuju pesantren.

Tampak anggota komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, serta anggota DPRD Provinsi Jambi Sarwani.

Kehadiran sejumlah tokoh tersebut membuat kunjungan ke Daaru Attauhid terasa lebih istimewa.

Rombongan datang dari latar belakang berbeda.

Ada ulama.

Akademisi.

Politisi.

Tokoh masyarakat.

Dan pimpinan organisasi.

Namun sore itu mereka menuju tempat yang sama: pesantren.

Dari Al-Falah Langsung ke Pesantren

Agenda Syekh Ala sepanjang Jumat memang cukup padat.

Menjelang siang, ia hadir di UIN STS Jambi dalam dialog mengenai pendidikan dan peradaban Islam bersama civitas akademika.

Setelah itu, Syekh Ala bergerak menuju Masjid Agung Al-Falah Jambi untuk menghadiri tabligh akbar yang diinisiasi ISMI Provinsi Jambi.

Ribuan jamaah memenuhi Masjid Seribu Tiang.

Syekh Ala menyampaikan tausiah dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Tema besarnya mengenai shalawat, kecintaan kepada Rasulullah SAW dan bagaimana cinta kepada Nabi harus tercermin dalam akhlak kehidupan sehari-hari.

Usai salat Ashar berjamaah, Syekh Ala kembali memimpin zikir dan doa bersama.

Kali ini doanya secara khusus memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat untuk Tanah Jambi.

Selepas rangkaian itulah rombongan bergerak menuju Kumpeh.

Tak banyak waktu untuk beristirahat.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Syekh Ala sudah tiba di Daaru Attauhid.

Ernawati Dampingi Sang Guru

Hj Ernawati kembali terlihat mendampingi Syekh Ala.

Kehadiran Ketua ISMI Provinsi Jambi itu memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lawatan ulama Mesir tersebut.

Ernawati merupakan salah satu murid yang berguru langsung kepada Syekh Ala.

Dari hubungan guru dan murid itulah kemudian lahir gagasan membawa Syekh Ala ke Jambi.

Ernawati sebelumnya mengatakan dirinya ingin ilmu yang selama ini ia peroleh dari sang guru tidak berhenti pada dirinya sendiri.

Kampus harus mendapat bagian.

Masyarakat mendapat bagian.

Dan pesantren juga harus merasakan kehadiran sang guru.

“Dari awal saya memang berharap lawatan beliau tidak hanya berada di satu tempat. Kita ingin mahasiswa bisa bertemu, masyarakat bisa mendengar tausiah, dan para santri juga mendapat kesempatan duduk langsung bersama beliau,” kata Ernawati.

Menurut Ernawati, pesantren justru mempunyai posisi sangat penting dalam agenda tersebut.

“Beliau seorang guru. Karena itu ketika masuk ke pesantren dan bertemu langsung dengan santri, suasananya tentu berbeda. Mudah-mudahan ada ilmu, nasihat dan keberkahan yang bisa dibawa anak-anak kita dari pertemuan ini,” ujarnya.

Disambut KH Sholahuddin

Pimpinan Pondok Pesantren Daaru Attauhid KH Sholahuddin Syargawi Al Qodiri menyambut langsung kedatangan Syekh Ala dan rombongan.

Pertemuan keduanya berlangsung hangat.

Bagi pesantren, kedatangan ulama yang tumbuh dalam tradisi keilmuan Al-Azhar menjadi momentum tersendiri.

Santri tidak hanya melihat ulama melalui layar.

Mereka mendapat kesempatan berada dalam satu majelis.

Mendengar langsung.

Melihat adab seorang guru.

Dan mengikuti suasana majelis ilmu secara dekat.

KH Sholahuddin mengungkapkan rasa syukur atas kedatangan rombongan.

“Kami bersyukur dan merasa mendapat kehormatan dengan kedatangan Maulana Syekh Ala bersama Ibu Hj Ernawati dan para tokoh Jambi. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa keberkahan bagi pesantren, santri dan masyarakat,” kata KH Sholahuddin.

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah membuka jalan sehingga majelis tersebut bisa berlangsung.

“Semoga Allah membalas kebaikan semua yang telah berikhtiar menghadirkan ulama dan majelis ilmu di tengah masyarakat. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan menjadi manfaat dan amal yang terus mengalir,” ujarnya.

Santri Menanti Nasihat Syekh Ala

Di Daaru Attauhid, suasana lawatan berbeda dengan ketika Syekh Ala tampil di Masjid Agung Al-Falah.

Jika di Al-Falah ia berbicara di hadapan ribuan masyarakat umum, pesantren menawarkan suasana lebih dekat.

Para santri berada di lingkungan mereka sendiri.

Guru-guru ikut mendampingi.

Pengasuh berada di sisi jamaah.

Interaksi pun lebih intim.

Inilah yang membuat agenda pesantren menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian perjalanan Syekh Ala.

Ia dikenal sebagai ulama yang dekat dengan murid.

Cara mengajarnya lembut.

Ia dikenal sabar mengulang penjelasan jika murid belum memahami.

Dan salah satu hal yang paling ditekankan dalam pendidikan adalah adab dan keikhlasan dalam mencari ilmu.

Karena itu, kehadirannya di tengah para santri diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial.

Ada transfer nilai yang ingin ditinggalkan.

Pesantren Jadi Titik Penting Lawatan

Bagi ISMI Provinsi Jambi, membawa Syekh Ala ke pesantren merupakan bagian dari upaya mendekatkan jaringan keilmuan internasional dengan lembaga pendidikan Islam di daerah.

Ernawati menilai pesantren mempunyai aset yang luar biasa.

Ada santri.

Ada guru.

Ada tradisi membaca kitab.

Ada Al-Qur'an.

Ada pendidikan akhlak.

Yang diperlukan adalah semakin banyak akses kepada guru dan jaringan ilmu.

“Pesantren itu menjaga banyak hal yang sangat penting bagi umat. Di sana ada pendidikan agama, akhlak dan pembentukan karakter. Karena itu saya sangat ingin ketika guru saya datang ke Jambi, beliau juga masuk ke pesantren,” kata Ernawati.

Lawatan Masih Berlangsung

Hingga Jumat malam, rangkaian kegiatan Syekh Ala di Pondok Pesantren Daaru Attauhid masih berlangsung.

Para santri dan jamaah masih mengikuti kegiatan.

Syekh Ala duduk bersama para pengasuh pesantren, tokoh masyarakat dan rombongan yang datang dari Kota Jambi.

Perjalanan hari itu cukup panjang.

Dari kampus.

Ke Masjid Agung Al-Falah.

Memimpin tabligh akbar.

Zikir dan doa meminta hujan.

Lalu kembali bergerak ke Kumpeh.

Sore berganti malam.

Tetapi majelis belum selesai.

Di Pondok Pesantren Daaru Attauhid, Syekh Ala kembali duduk di hadapan jamaah.

Kali ini dikelilingi para santri.

Dan di sampingnya masih ada Hj Ernawati—murid yang membawa gurunya dari Mesir agar lebih banyak masyarakat Jambi ikut merasakan satu hal yang sama:

duduk dalam majelis ilmu.(*)

BeritaSatu Network