Al Kamil Hania Buka Pasar Umrah B2B Nasional, Paket 13 Hari Dibanderol Rp25 Juta

WIB
ist

Banjarmasin - PT Alkamil Almubarok Travel melalui brand Al Kamil Hania mulai memperluas pasar perjalanan umrahnya ke tingkat nasional.

Tak hanya menggarap jemaah retail di Kalimantan Selatan, perusahaan kini membuka skema kerja sama business to business (B2B) bagi travel, pemilik usaha perjalanan, agen hingga mitra dari berbagai daerah di Indonesia.

Ekspansi tersebut dibarengi peluncuran sejumlah paket umrah dengan variasi durasi.

Paket 13 hari ditawarkan seharga Rp25 juta.

Paket 16 hari sebesar Rp28 juta.

Sementara paket dengan durasi sekitar satu bulan ditawarkan sebesar Rp29,5 juta.

Program terakhir diperkenalkan dengan konsep “umrah serasa haji” karena jemaah mempunyai waktu lebih panjang untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Bunda Hania: Terbuka dari Sabang sampai Merauke

Owner Al Kamil Hania yang akrab disapa Bunda Hania mengatakan pengembangan bisnis kali ini memang diarahkan untuk membangun jaringan mitra lebih luas.

“Kami membuka kerja sama untuk seluruh Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Travel, owner maupun mitra pejuang Baitullah bisa bekerja sama dengan Al Kamil,” kata Bunda Hania.

Menurutnya, perusahaan tidak ingin hanya dikenal sebagai penyelenggara perjalanan umrah yang berbasis di Banjarmasin.

Al Kamil ingin memperluas perannya sebagai mitra bagi pelaku bisnis perjalanan umrah di berbagai daerah.

Bidik Kalimantan, Jawa hingga Sumatera

Wilayah yang menjadi sasaran pengembangan jaringan tersebar di berbagai pulau.

Mulai dari Banjarmasin, Pontianak, Samarinda dan Palangkaraya.

Kemudian Surabaya, Semarang, Solo, Bandung dan Jakarta.

Hingga Medan, Pekanbaru dan Padang.

“Dari Kalimantan, Jawa sampai Sumatera kami buka. Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Surabaya, Semarang, Solo, Bandung, Jakarta, Medan, Pekanbaru, Padang dan daerah-daerah lainnya silakan bergabung. Konsep kami memang untuk seluruh Nusantara,” ujar Bunda Hania.

Strategi tersebut menunjukkan Al Kamil tengah mencoba memperbesar porsi pasar melalui jaringan mitra.

Garap Travel yang Tak Mau Ribet Urus Komponen Terpisah

Menurut Bunda Hania, skema B2B ditawarkan bagi travel atau mitra yang sudah mempunyai jaringan jemaah, namun tidak ingin mengurus seluruh komponen perjalanan secara terpisah.

Dalam perjalanan umrah, ada banyak kebutuhan yang harus disiapkan.

Tiket pesawat.

Visa.

Hotel.

Transportasi.

Hingga kebutuhan perjalanan selama berada di Arab Saudi.

Al Kamil mencoba mengemas sejumlah komponen itu ke dalam paket yang bisa digunakan mitra.

“Daripada teman-teman travel ribet mengurus tiket pesawat, visa dan paket secara terpisah, bisa ambil paket full melalui Al Kamil. Kami ingin mempermudah para travel, owner dan mitra pejuang Baitullah,” katanya.

Dengan pola tersebut, mitra di daerah dapat lebih fokus pada pembangunan jaringan dan pelayanan kepada jemaah.

Paket 13 Hari Rp25 Juta

Paket paling pendek yang ditawarkan berdurasi 13 hari dengan harga Rp25 juta.

Kemudian tersedia paket 16 hari sebesar Rp28 juta.

Sedangkan untuk jemaah yang ingin tinggal lebih lama di Tanah Suci, terdapat program sekitar satu bulan seharga Rp29,5 juta.

“Yang ingin lebih lama di Tanah Suci ada paket satu bulan Rp29,5 juta. Kami menyebutnya umrah serasa haji karena waktunya panjang. Jemaah bisa lebih leluasa beribadah,” kata Bunda Hania.

Al Kamil juga menyebut akomodasi yang disiapkan berada dekat dengan pelataran Masjidil Haram.

Namun detail hotel, maskapai, jadwal keberangkatan serta fasilitas setiap paket perlu dikonfirmasi sesuai program yang dipilih calon jemaah atau mitra.

Harga Kompetitif, Kepercayaan Tetap Jadi Taruhan

Bunda Hania mengatakan strategi harga tidak boleh membuat aspek pelayanan dikesampingkan.

Menurutnya, bisnis perjalanan umrah mempunyai karakter berbeda dengan bisnis biasa karena menyangkut dana dan kepercayaan jemaah.

“Harga memang harus kompetitif. Tetapi bagi kami umrah bukan cuma soal menjual paket. Ada amanah jemaah yang harus dijaga. Pelayanan dan kenyamanan mereka tetap menjadi perhatian,” tuturnya.

Ia mengatakan kebutuhan setiap jemaah juga berbeda.

Ada jemaah muda.

Keluarga.

Hingga lanjut usia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.

Karena itu, kualitas layanan menjadi bagian yang harus dijaga seiring pertumbuhan jaringan.

Legalitas Jadi Salah Satu Modal

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, PT Alkamil Almubarok Travel tercatat sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor U.542 Tahun 2021 tertanggal 6 Januari 2021.

Alamat PPIU disebut berada di Jalan Sultan Adam Ruko II Nomor 1, RT/RW 028/003, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Aspek legalitas menjadi penting dalam bisnis perjalanan ibadah.

Sebab jemaah tidak hanya menyerahkan dana.

Mereka juga menyerahkan dokumen dan mempercayakan seluruh proses perjalanan kepada penyelenggara.

Karena itu, calon jemaah maupun mitra tetap perlu memastikan detail program, fasilitas, jadwal keberangkatan serta ketentuan lainnya sebelum melakukan transaksi.

Bukan Hanya Travel Besar

Skema kerja sama Al Kamil tidak hanya menyasar perusahaan travel berskala besar.

Pemilik travel.

Agen.

Jaringan majelis taklim.

Hingga mitra yang memiliki komunitas calon jemaah juga menjadi sasaran.

“Silakan para travel, para owner dan seluruh mitra pejuang Baitullah. Dari Sabang sampai Merauke kami terbuka untuk bekerja sama. Kita tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Bisa tumbuh dan memberangkatkan jemaah bersama,” ujar Bunda Hania.

Model tersebut diharapkan memperluas jaringan distribusi paket Al Kamil tanpa setiap mitra harus membangun seluruh komponen operasional dari awal.

Banjarmasin Jadi Basis, Nusantara Jadi Pasar

Untuk layanan dan pendaftaran, Al Kamil mencantumkan lokasi di:

PT Alkamil Almubarok Travel – Al Kamil Hania
Jl. Adhyaksa No. 37, Banjarmasin
Seberang SPBU/Samping Laluna Beauty Spa.

Informasi mengenai paket umrah, pendaftaran maupun kerja sama B2B dapat diperoleh melalui nomor 0812-5521-7188 dan 0813-4536-5588.

“Yang ingin berangkat maupun ingin menjadi mitra, silakan hubungi kami. Insyaallah Al Kamil siap menjadi bagian dari ikhtiar para pejuang Baitullah di seluruh Indonesia,” kata Bunda Hania.

Dari Banjarmasin, Al Kamil kini mencoba memainkan strategi berbeda.

Bukan hanya memperbanyak jemaah retail, tetapi membangun jaringan dengan pelaku usaha umrah di berbagai daerah.

Paket Rp25 juta menjadi pintu masuknya. Namun pertarungan sesungguhnya akan berada pada konsistensi pelayanan, kepercayaan jemaah, dan kemampuan menjaga kualitas ketika jaringan terus membesar. (*)

BeritaSatu Network