Wali Kota Jambi Maulana Kukuhkan 50 Paskibraka Kota Jambi, Titip Amanah 654 Ribu Warga di Pundak Generasi Muda

WIB
ist

Wali Kota Jambi Maulana Kukuhkan 50 Paskibraka Kota Jambi, Titip Amanah 654 Ribu Warga di Pundak Generasi Muda

JAMBI – Sebanyak 50 putra-putri terbaik Kota Jambi resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jambi Tahun 2026. Mereka kini mengemban amanah besar untuk mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Pengukuhan 25 putra dan 25 putri Paskibraka tersebut dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu malam (15/08/2026).

Ke-50 Paskibraka tersebut merupakan putra-putri pilihan yang telah melewati rangkaian seleksi, pendidikan, pembinaan hingga latihan intensif dengan disiplin dan ketangguhan. Sebelumnya, Pemkot Jambi juga telah memulai pemusatan pendidikan dan latihan bagi calon Paskibraka pada 14 Agustus 2026.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pengantar oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi, Drs. Raden Jufri, M.E. Selanjutnya, Wali Kota Maulana memimpin pembacaan Ikrar Setia kepada Pancasila.

Rangkaian dilanjutkan dengan pemasangan lencana kecakapan MPG dan Kendit kepada para anggota Paskibraka. Prosesi kemudian ditutup dengan penghormatan dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan, kecintaan, kesetiaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Wali Kota Maulana menyampaikan kebanggaan sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah berhasil melewati proses panjang hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas pada momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi dan mewakili seluruh masyarakat Kota Jambi, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik semua,” ujar Maulana.

Menurutnya, menjadi Paskibraka bukanlah sebuah proses yang mudah. Para peserta harus melewati seleksi ketat sebelum akhirnya terpilih menjadi bagian dari pasukan yang dipercaya mengemban tugas negara.

“Dari sekian banyak anak-anak yang berminat dan memiliki keinginan untuk menjadi Paskibraka, akhirnya hanya beberapa orang yang terpilih. Doa dan dukungan ayah serta ibu, serta kerja keras adik-adik sendiri, kalianlah yang mendapatkan kesempatan dan amanah menjadi Paskibraka Kota Jambi Tahun 2026,” tuturnya.

Maulana menegaskan, menjadi Paskibraka bukan sekadar kebanggaan sesaat atau tugas seremonial dalam upacara kemerdekaan. Pengalaman tersebut harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Ini merupakan pengalaman yang tidak mudah dan tidak semua anak-anak seusia kalian bisa mendapatkannya. Jadikan pengalaman ini sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup dan catatan berharga dalam kehidupan kalian,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi ketangguhan para anggota Paskibraka selama menjalani pendidikan dan latihan. Maulana mengaku turut memantau proses latihan yang dijalani para calon Paskibraka, termasuk ketika mereka harus berlatih di tengah kondisi cuaca panas dan materi latihan yang cukup berat.

“Saya memantau proses latihan adik-adik. Cuaca panas dan kondisi latihan yang berat tidak membuat kalian menyerah. Tahapan demi tahapan telah dijalani dengan sangat berat dan keras,” ungkapnya.

Bagi Maulana, tugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar rangkaian gerakan dalam sebuah upacara.

Ia mengingatkan para Paskibraka bahwa Sang Merah Putih merupakan simbol perjuangan bangsa yang lahir dari pengorbanan para pahlawan.

“Bendera Merah Putih yang akan kalian kibarkan bukan sekadar selembar kain. Bendera itu diperjuangkan oleh para pahlawan dengan darah, keringat, air mata, bahkan dengan pengorbanan jiwa dan raga,” tegasnya.

Karena itu, Maulana meminta para Paskibraka menjadikan amanah tersebut sebagai momentum untuk memperkuat nasionalisme, persatuan, cinta tanah air, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pesan Maulana semakin ditekankan ketika ia mengingatkan bahwa tugas 50 Paskibraka tersebut disaksikan dan menjadi perhatian masyarakat Kota Jambi.

“Ingatlah, sekitar 654 ribu masyarakat Kota Jambi menitipkan amanah ini kepada kalian. Jangan sampai ada kesalahan sekecil apa pun,” pesan Maulana.

Meski demikian, ia meminta para Paskibraka tidak menjadikan amanah tersebut sebagai beban. Sebaliknya, mereka diminta tetap tenang, percaya diri dan menjaga kesiapan fisik maupun mental.

Terlebih, kata Maulana, perkembangan teknologi digital membuat setiap momen dapat dengan cepat diketahui masyarakat luas.

“Berdoalah agar seluruh proses dapat berjalan lancar. Karena pada saat pelaksanaan nanti, semua mata akan melihat. Terlebih di era digital seperti sekarang ini, ketika terjadi kesalahan, dalam hitungan menit dapat menjadi viral,” jelasnya.

Namun ia menegaskan, keberhasilan menjalankan tugas dengan baik juga akan menjadi kebanggaan yang diketahui masyarakat luas.

Maulana berharap pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti setelah tugas pengibaran dan penurunan bendera selesai. Nilai disiplin, karakter, nasionalisme dan tanggung jawab yang diperoleh selama pendidikan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kebangsaan yang sudah dilatihkan, karakter, disiplin, cinta tanah air, ini harus terus melekat karena ini yang akan mengiringi kesuksesan anak-anak kita ke depan,” tegasnya.

Ia bahkan meyakini para anggota Paskibraka yang dikukuhkan malam itu kelak akan menjadi bagian dari generasi yang mengisi berbagai posisi kepemimpinan di masa depan.

“Di tengah era globalisasi saat ini, saya yakin adik-adik akan menjadi generasi penerus bangsa. Insya Allah, pada waktunya nanti, adik-adik akan menjadi pemimpin-pemimpin yang menggantikan kami, bahkan menjadi pemimpin yang lebih baik dan lebih hebat,” katanya.

Menghadapi pelaksanaan upacara 17 Agustus, Maulana meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga konsentrasi, kesehatan, kekompakan dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Beberapa hari lagi tugas utama kita akan dilaksanakan. Pada tanggal 17 Agustus, adik-adik akan mengemban amanah untuk mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Maulana juga menyampaikan bahwa dirinya akan hadir langsung sebagai inspektur upacara pada pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026. Sementara prosesi penurunan bendera akan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Untuk itu, ia meminta para Paskibraka memanfaatkan waktu persiapan terakhir dengan sebaik-baiknya.

“Istirahat yang cukup, makan yang cukup, jaga kesehatan, dan konsentrasi penuh,” pesannya.

“Saya dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi akan terus mendoakan adik-adik agar diberikan kesehatan, kekuatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah,” lanjutnya.

Mengakhiri amanatnya, Maulana kembali mengingatkan para Paskibraka agar menjaga kekompakan dan memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada Kota Jambi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selamat menjalankan tugas. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan berikan yang terbaik untuk Kota Jambi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81,” pungkas Maulana.

Turut hadir dalam pengukuhan tersebut Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. A. Ridwan, M.Si., unsur Forkopimda Kota Jambi, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi, para pelatih Paskibraka, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Jambi, Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI), serta para orang tua anggota Paskibraka.

BeritaSatu Network