Pertanian Kuasai 32,98 Persen Ekonomi Jambi, Ekspor Capai 70,92 Persen

WIB
Ist

Publikasi indikator statistik makro menjadi pijakan utama bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mengukur efektivitas pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta penyerapan tenaga kerja. Akurasi data statistik menyajikan gambaran objektif mengenai dinamika kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.

Gambaran capaian pembangunan tersebut dipaparkan secara rinci oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melalui Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, pada Rabu (5/8/2026).

Dalam rilis tersebut, BPS memaparkan empat indikator strategis, yakni Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026, Profil Kemiskinan Maret 2026, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk (Gini Ratio) Maret 2026, serta Keadaan Ketenagakerjaan Mei 2026.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menyampaikan bahwa perekonomian Provinsi Jambi pada triwulan II-2026 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp96,62 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp48,26 triliun.

"Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Provinsi Jambi triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,15 persen. Dari sisi produksi, penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,39 persen. Sementara secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi tumbuh 5,38 persen yang didorong oleh perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 11,66 persen," ujar Aidil Adha.

Ia menambahkan, sepanjang Semester I-2026 terhadap Semester I-2025 (c-to-c), ekonomi Jambi tumbuh 4,24 persen. Struktur ekonomi Jambi dari sisi produksi masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyumbang kontribusi terbesar mencapai 32,98 persen terhadap PDRB. Dari sisi pengeluaran, PDRB didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 70,92 persen.

Angka Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Sedikit Naik

Selain pertumbuhan ekonomi, Aidil Adha menjelaskan kondisi kemiskinan di Provinsi Jambi periode Maret 2026 yang menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebesar 6,67 persen, atau turun 0,22 persen poin dibanding September 2025 dan merosot 0,52 persen poin jika dibandingkan dengan Maret 2025.

"Jumlah penduduk miskin di Jambi pada Maret 2026 berkurang menjadi 253,73 ribu orang, atau berkurang 7,5 ribu orang dibanding September 2025. Penurunan terjadi baik di wilayah perkotaan menjadi 9,07 persen maupun di perdesaan yang turun menjadi 5,45 persen," jelas Kepala BPS Provinsi Jambi.

BPS mencatat Garis Kemiskinan pada Maret 2026 berada pada angka Rp744.065 per kapita per bulan, dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan mendominasi sebesar 75,78 persen. Dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 4,80 anggota, Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin tercatat sebesar Rp3.571.512 per bulan.

Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk (Gini Ratio) Provinsi Jambi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,305. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,014 poin dibanding September 2025 yang berada di level 0,291. (*)

BeritaSatu Network