Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Terima Audiensi IBI, Aspirasi Sekretariat 1.400 Bidan Siap Dikawal

WIB
Ist

Jambi — Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Kota Jambi menemui Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly. Mereka membawa sejumlah program kesehatan sekaligus satu aspirasi utama: kantor sekretariat yang representatif.

Audiensi berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Kota Jambi. Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara legislatif dan organisasi profesi kesehatan yang menaungi lebih dari 1.400 bidan di Kota Jambi.

Ribuan bidan tersebut tersebar di berbagai wilayah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka menangani pelayanan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, kesehatan bayi dan balita, keluarga berencana, hingga pencegahan stunting.

Peran mereka tidak kecil. Bidan menjadi tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan ibu, bayi, dan keluarga.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengatakan audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara DPRD dan IBI.

“Kami menerima kunjungan dari Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kota Jambi. Alhamdulillah saya selaku Ketua DPRD dapat menerima langsung ibu-ibu bidan yang datang mewakili lebih dari 1.400 bidan yang tersebar di seluruh Kota Jambi,” kata Kemas Faried.

Menurutnya, terdapat banyak program yang dapat disinergikan antara DPRD, pemerintah daerah, dan para bidan.

“Banyak program-program yang nanti insyaallah bisa kita sinergikan ke depan. Kami ingin DPRD tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga menjadi mitra dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Perjuangkan Sekretariat

Dalam audiensi itu, Pengurus IBI Kota Jambi menyampaikan kebutuhan terhadap kantor sekretariat yang memadai.

Sekretariat tersebut nantinya dapat menjadi pusat koordinasi organisasi, pembinaan anggota, peningkatan kompetensi, serta pelayanan administrasi bagi para bidan.

Kemas Faried menyatakan DPRD Kota Jambi siap mengawal aspirasi itu. Namun, prosesnya tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan pengelolaan aset pemerintah daerah.

“Aspirasi utama yang disampaikan adalah bagaimana IBI Kota Jambi bisa memiliki sekretariat,” katanya.

Ia meminta IBI terlebih dahulu mengajukan surat permohonan resmi kepada Wali Kota Jambi. Setelah itu, DPRD akan ikut membahas dan mengawal tindak lanjutnya.

“Insyaallah kami akan menunggu terlebih dahulu surat permohonan resmi yang ditujukan kepada Wali Kota Jambi. Selanjutnya akan kita bahas bersama,” ujar Kemas Faried.

Menurutnya, peluang pemanfaatan aset Pemerintah Kota Jambi dapat dipertimbangkan sepanjang memenuhi ketentuan.

“Apabila memang terdapat aset milik Pemerintah Kota yang dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan, tentu akan kita coba tindak lanjuti,” katanya.

Kemas Faried berharap Pemerintah Kota Jambi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan organisasi tersebut.

“Besar harapan kami juga kepada Pemerintah Kota Jambi, karena bidan-bidan ini merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan. Ini akan menjadi perhatian dan atensi kami ke depan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Kantor

Menurut Kemas Faried, sekretariat IBI bukan sekadar bangunan atau tempat berkumpul.

Keberadaan kantor tersebut dapat memperkuat tata kelola organisasi dan memperlancar koordinasi antaranggota.

Organisasi yang kuat, kata dia, akan ikut mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Jambi, Bdn Misnanda, berharap aspirasi para bidan mendapat dukungan DPRD dan pemerintah daerah.

“Besar harapan kami kepada Bapak Ketua DPRD Kota Jambi, khususnya agar aspirasi kami, bidan-bidan di seluruh Kota Jambi, dapat didengarkan,” kata Misnanda.

Ia berharap tersedianya sekretariat dapat membuat IBI semakin optimal menjalankan program organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan apa yang menjadi harapan kami bisa dikabulkan sehingga kami semakin optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Audiensi tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai program kesehatan, mulai dari pelayanan ibu dan anak, keluarga berencana, edukasi kesehatan, hingga pencegahan stunting.

DPRD Kota Jambi menyatakan akan terus membuka ruang dialog dengan organisasi profesi. Kolaborasi itu diharapkan membuat pelayanan publik semakin profesional, humanis, dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Bidan hebat. Keluarga sehat. Kota Jambi semakin kuat. (*)

BeritaSatu Network