Peletakan Batu Pertama Masjid Al Muhajirin, Maulana Puji Kekompakan Warga

WIB
Ist

JAMBI – Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di kawasan Bina Kenali Permai, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Senin pagi (15/06/2026). Warga berkumpul menyaksikan momen peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Muhajirin RT 19 Villa Kenali yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.,

Momen tersebut bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah bangunan fisik. Lebih dari itu, peletakan batu pertama menjadi awal dari harapan besar hadirnya rumah ibadah yang lebih representatif untuk menampung aktivitas keagamaan warga yang terus berkembang.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jambi, Camat Alam Barajo, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta panitia pembangunan yang selama ini aktif menggalang dukungan dari masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan. Banyak masyarakat hadir untuk menyaksikan langsung dimulainya pembangunan masjid yang selama ini telah lama diimpikan. Semangat tersebut pula yang mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Maulana.

Dalam sambutan, Wali Kota Jambi Maulana mengaku terkesan melihat kekompakan masyarakat dan panitia yang terus bergerak bersama mewujudkan pembangunan Masjid Al Muhajirin.

“Saya melihat seluruh panitia dan pengurus pembangunan masjid memiliki semangat yang luar biasa. Kalau masyarakat dan panitia semangat, tentu pemerintah juga ikut semangat untuk mendukung,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Maulana secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu proses pembangunan masjid tersebut. Keberhasilan pembangunan rumah ibadah tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh besarnya partisipasi masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Masjid Al Muhajirin sendiri selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan warga sekitar. Namun seiring bertambahnya jumlah jamaah, kapasitas bangunan yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung kebutuhan masyarakat.

“Jamaah di masjid ini sangat banyak dan aktif. Karena itu pembangunan masjid yang lebih besar dan lebih layak memang sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman,” kata Maulana.

Yang menarik, pembangunan Masjid Al Muhajirin juga mendapat dukungan besar dari masyarakat sekitar. Salah satunya melalui kesediaan warga untuk menghibahkan maupun memanfaatkan lahannya demi mendukung perluasan kawasan masjid.

Bagi Maulana, langkah tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Jambi.

“Dengan adanya masyarakat yang bersedia membantu lahan untuk pembangunan masjid ini, tentu sangat membantu dan mempercepat proses pembangunan. Ini bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” tuturnya.

Komitmen Pemerintah Kota Jambi terhadap pembangunan sarana keagamaan juga kembali ditegaskan dalam kesempatan tersebut. Maulana memastikan akan terus memantau perkembangan pembangunan Masjid Al Muhajirin hingga prosesnya selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta ruang mempererat silaturahmi antarwarga.

“Semoga Masjid Al Muhajirin yang dibangun ini dapat selesai tepat waktu dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh banyak orang,” harapnya.

Pembangunan Masjid Al Muhajirin menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu melahirkan manfaat yang besar. Di tengah perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat, hadirnya rumah ibadah yang layak menjadi kebutuhan penting untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Batu pertama yang diletakkan pagi itu bukan hanya menjadi tanda dimulainya pembangunan sebuah masjid, tetapi juga simbol kuatnya semangat gotong royong warga dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian.

BeritaSatu Network