Tanjab Timur Jadi Tuan Rumah Diskusi Rabuan Roadshow TAG Jambi, Fokus SDM, Infrastruktur dan Investasi

WIB
IST

JAMBI — Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi Tahun 2026 akan menggelar Diskusi Rabuan Roadshow (DRR) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung Rabu, 3 Juni 2026, mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai. Lokasinya di Aula Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Timur.

Diskusi ini tidak hanya melibatkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga ikut menjadi bagian dari forum tersebut.

Tema yang diangkat cukup besar: “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tata Kelola, Pengembangan Infrastruktur dan Hilirisasi Pemerintah Daerah.”

Bahasanya panjang. Tapi intinya sederhana: bagaimana pembangunan daerah bisa tumbuh lebih cepat, lebih berkualitas, dan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Kegiatan ini tertuang dalam surat Pemerintah Provinsi Jambi bernomor S-1966/Bappeda-1.2/V/2026 tertanggal 26 Mei 2026. Surat tersebut bersifat penting dan dilampiri satu berkas.

Dalam surat itu, para peserta yang masuk dalam daftar undangan diminta hadir tepat waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan.

Bappeda Provinsi Jambi juga menyampaikan pemberitahuan khusus kepada Kepala Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam surat itu, Bappeda Tanjung Jabung Timur diminta membantu memfasilitasi penyampaian informasi kegiatan kepada Bupati Tanjung Jabung Timur serta mengoordinasikan kehadiran perangkat daerah atau OPD terkait.

Untuk koordinasi teknis lebih lanjut, surat tersebut mencantumkan kontak Dr. Fahmi Rasid.

Bahas Lima Isu Utama

Dalam Kerangka Acuan Kegiatan atau KAK, DRR TAG Jambi 2026 ini dirancang sebagai forum koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi kebijakan pembangunan antara Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten.

Ada lima pokok bahasan yang akan menjadi fokus diskusi.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Isu ini mencakup pendidikan, kesehatan dasar, pelatihan vokasi, sertifikasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Kedua, penataan tata kelola pemerintahan. Bagian ini diarahkan untuk memperkuat birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Ketiga, pengembangan infrastruktur. Infrastruktur dipandang sebagai faktor penting untuk mendukung konektivitas wilayah, distribusi barang dan jasa, serta pembukaan akses terhadap pusat ekonomi dan layanan publik.

Keempat, hilirisasi komoditas unggulan. Tema ini menyentuh strategi peningkatan nilai tambah produk daerah melalui pengolahan lanjutan sebelum dipasarkan.

Kelima, penguatan investasi daerah. Isu ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui iklim investasi yang lebih kompetitif.

Tanjab Timur dan Tanjab Barat Punya Peran Strategis

Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat dipandang memiliki posisi strategis dalam pembangunan Provinsi Jambi.

Keduanya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan dalam peningkatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hilirisasi komoditas unggulan, serta optimalisasi investasi daerah.

Di sinilah forum DRR menjadi penting.

Forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara diskusi. Ia diarahkan menghasilkan rekomendasi strategis, identifikasi isu prioritas, sinergi kebijakan provinsi dan kabupaten, serta rencana tindak lanjut yang bisa dijalankan setelah kegiatan.

Sebab pembangunan daerah sering tidak gagal karena kurang wacana. Ia kerap tersendat karena kurang sinkron, kurang kolaborasi, dan kurang tindak lanjut.

Peserta dari Pemerintah hingga Tokoh Masyarakat

Peserta kegiatan ini dirancang cukup luas.

Mereka berasal dari unsur Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akademisi atau perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur media massa.

Sejumlah perangkat daerah dari Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat juga masuk dalam daftar undangan.

Dari Tanjung Jabung Timur, perangkat daerah yang diundang antara lain Sekretariat Daerah, para asisten, Inspektorat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Satpol PP dan Damkar, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bappeda, BPKAD, BPBD, kepala bagian lingkup Setda, hingga para camat.

Dari Tanjung Jabung Barat, perangkat daerah yang diundang juga mencakup Sekretariat Daerah, para asisten, Inspektorat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPBD, Kesbangpol, hingga para camat.

Forum ini juga mengundang unsur DPRD, instansi vertikal, BPS, Bank Jambi, MUI, dan Lembaga Adat Melayu dari kedua kabupaten.

Susunan Acara

Dalam KAK, kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan Tenaga Ahli Gubernur, sambutan Bupati Tanjung Jabung Barat, sambutan Bupati Tanjung Jabung Timur, diskusi dan tanya jawab, rekomendasi dan kesimpulan, lalu penutup.

Berikut susunan acara yang tercantum dalam KAK:

WaktuKegiatan
08.00–08.30Registrasi
08.30–08.40Pembukaan
08.40–09.00Sambutan TAG
09.00–09.20Sambutan Bupati Tanjung Jabung Barat
09.20–10.00Sambutan Bupati Tanjung Jabung Timur
10.00–11.30Diskusi dan tanya jawab
11.30–12.00Rekomendasi dan kesimpulan
12.00Penutup

Tidak Ingin Berhenti di Seremoni

DRR TAG Jambi 2026 di Tanjung Jabung Timur ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi strategis pembangunan daerah.

Output yang diharapkan meliputi rumusan rekomendasi kebijakan, identifikasi isu prioritas, penguatan sinergi kebijakan provinsi dan kabupaten, rencana tindak lanjut, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, pemerataan pembangunan, penguatan tata kelola, dan keberlanjutan.

Inilah bagian pentingnya.

Diskusi pembangunan sering kali ramai saat forum berlangsung. Banyak gagasan. Banyak catatan. Banyak masukan. Tapi setelah forum selesai, pekerjaan sebenarnya baru dimulai.

Rekomendasi harus berubah menjadi agenda. Agenda harus berubah menjadi kebijakan. Kebijakan harus turun menjadi program. Program harus terasa di masyarakat.

Karena itu, DRR TAG Jambi 2026 di Tanjung Jabung Timur akan diuji bukan hanya dari ramai atau tidaknya peserta yang hadir.

Forum ini akan diuji dari tindak lanjutnya.

Apakah setelah diskusi, ada rekomendasi yang benar-benar dipakai? Apakah isu SDM, tata kelola, infrastruktur, hilirisasi, dan investasi bisa disusun menjadi langkah konkret? Apakah Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat bisa memperkuat posisinya dalam pembangunan Provinsi Jambi?

Pertanyaan itu penting.

Sebab pembangunan daerah tidak cukup hanya berjalan. Ia harus bergerak ke arah yang benar.

Dan forum seperti Diskusi Rabuan Roadshow ini menjadi salah satu ruang untuk memastikan arah itu dibaca bersama.

BeritaSatu Network