Industri kopi dan hospitality yang terus berkembang kini menjadi pintu masuk baru bagi generasi muda untuk menembus dunia kerja maupun wirausaha. Menangkap peluang tersebut, PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menggandeng Pekanbaru Hospitality Institute menggelar pelatihan barista bagi 50 pemuda di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini tidak sekadar pelatihan teknis, tetapi menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat lokal.
Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional III, Jarwa Rahmanta, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, terampil, dan memiliki daya saing. Industri kopi dan hospitality saat ini berkembang pesat dan membuka peluang besar bagi anak muda,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Jarwa, keterampilan barista tidak hanya sebatas kemampuan meracik kopi, tetapi juga mencakup pembentukan karakter profesional, kreativitas, hingga mental kewirausahaan.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar pembuatan kopi, tetapi juga dibekali pemahaman tentang standar pelayanan, etika kerja, serta dinamika industri hospitality.
“Kami berharap peserta mampu menyerap ilmu dari trainer profesional dan membangun kepercayaan diri untuk masuk dunia kerja atau bahkan menciptakan usaha sendiri,” tambahnya.
Program ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Riau, Bambang Rusdianto, menilai pelatihan berbasis keterampilan praktis seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Program seperti ini sangat penting karena memberikan keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja. Harapannya peserta bisa bersaing bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua penyelenggara dari Pekanbaru Hospitality Institute, Imelda Samsi, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang berbasis kompetensi dengan melibatkan instruktur profesional di bidangnya.
“Kami tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga standar pelayanan, etika kerja, hingga pemahaman industri hospitality secara menyeluruh,” jelasnya.
Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi peluang untuk mengubah arah masa depan. Salah satunya dirasakan oleh Yuni, peserta asal Indragiri Hulu, yang melihat pelatihan ini sebagai langkah awal untuk mandiri.
“Ini kesempatan yang sangat baik. Saya ingin belajar serius agar bisa bekerja sebagai barista atau membuka usaha kopi sendiri di kampung,” ujarnya.
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, keterampilan praktis seperti ini menjadi nilai tambah yang tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru.
Melalui program ini, PTPN IV tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menanamkan fondasi ekonomi baru—berbasis keterampilan, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk mengambil peluang. (*)