Jambi - Lubang bekas galian proyek jaringan gas (jargas) di Kota Jambi menjadi sorotan setelah seorang anak berinisial A (5) mengalami kecelakaan hingga harus dirawat di rumah sakit. Warga mengeluhkan galian yang dibiarkan terbuka dan membahayakan pengguna jalan.
Peristiwa itu terjadi di kawasan RT 21, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Minggu (4/10/2026). Korban mengalami sejumlah luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Anton, salah seorang warga, menilai pengerjaan galian pipa gas di kawasan tersebut tidak tertata dengan baik. Menurutnya, setelah jalan digali, lubang tidak segera ditutup kembali. Ada yang dibiarkan menganga dalam waktu lama, bahkan hingga berbulan-bulan.
“Sehingga kondisi itu membuat jalanan berbahaya,” ujar Anton.
Keluhan itu juga disampaikan Ketua RT 21 Kelurahan Paal Lima, Arvandi. Ia menyebut sejumlah lubang bekas pekerjaan jargas di wilayahnya belum ditutup sepenuhnya.
Galian tersebut berada di sekitar jalan yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Arvandi khawatir kondisi itu kembali menimbulkan korban apabila pengamanannya tidak segera dibenahi.
“Karena ini sangat mengganggu aktivitas warga, sangat mengganggu pengguna jalan, dan sangat berbahaya, apalagi terutama anak-anak yang bermain di jalan,” kata Arvandi, Selasa (6/10/2026).
Warga meminta pelaksana segera menutup dan mengamankan lubang yang masih terbuka. Kekhawatiran mereka berkaitan dengan keselamatan orang-orang yang setiap hari harus melewati lokasi pekerjaan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menjelaskan kronologi kecelakaan berdasarkan informasi yang diterimanya. Saat kejadian, kendaraan yang membawa korban berupaya menghindari kendaraan lain yang melintas, lalu masuk ke area galian jargas.
Diza bersama Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menjenguk korban di Rumah Sakit Theresia Jambi, Selasa (6/10/2026). Keduanya datang untuk melihat kondisi anak tersebut sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
Menurut Diza, pelaksana pekerjaan jargas telah menyatakan bersedia bertanggung jawab terhadap penanganan korban. Kesediaan itu mencakup pengawalan proses pengobatan sampai anak tersebut pulih.
“Mudah-mudahan pertanggungjawaban ini dapat terus dilakukan sampai korban benar-benar sehat,” ujar Diza dalam keterangan yang dipublikasikan Pemkot Jambi.
Pemkot dan DPRD Kota Jambi juga memberikan bantuan untuk mendukung kebutuhan korban beserta keluarga selama masa perawatan.
Insiden ini turut mendorong Pemkot meminta pertanggungjawaban kontraktor. Diza mengatakan pihaknya telah menghubungi pelaksana pekerjaan terkait kejadian tersebut.
Ia meminta setiap titik penggalian dilengkapi pembatas agar warga dapat mengenali dan menghindari area berbahaya.
“Di setiap pembuatan jargas harus diberikan rambu pembatas, agar terhindar dari kejadian yang sama,” kata Diza,.
Kemas Faried juga mendesak pelaksana memperhatikan keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Ia meminta lubang yang masih terbuka diberi pengamanan dan penanda yang jelas.
DPRD, menurut Faried, akan meminta klarifikasi sekaligus pertanggungjawaban pelaksana. Ia juga mendorong Pemkot menegur pihak yang mengerjakan proyek tersebut.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung, terlebih pekerjaan tersebut berada di ruang publik yang setiap hari dilalui masyarakat,” ujarnya.
Sorotan terhadap keselamatan pekerjaan ini muncul ketika Pemkot Jambi tengah menyiapkan pengaliran gas untuk 15.000 sambungan rumah baru. Jaringan tersebut ditargetkan mulai dialiri gas pada Oktober 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Jambi Hendra Saputra mengatakan pekerjaan masih memasuki tahap penyelesaian dan pengujian.
“ saat ini masih dalam proses tahap penyelesaian (finishing) and commissioning atau uji coba,” katanya kepada ANTARA, Senin (5/10/2026).
Pembangunan tahun ini difokuskan pada lima kelurahan, yakni Simpang Rimbo, Rawasari, dan Beliung di Kecamatan Alam Barajo, serta Paal Lima dan Suka Karya di Kecamatan Kota Baru.
Menurut Hendra, pengujian dilakukan bertahap untuk memeriksa jaringan sebelum gas dialirkan. Pemeriksaan mencakup kemungkinan kebocoran dari pipa induk hingga sambungan rumah.
Di Paal Lima, warga menunggu lubang-lubang yang masih terbuka segera ditangani. Arvandi berharap penutupan dan pengamanan galian dapat mencegah kecelakaan serupa menimpa warga lainnya.(*)