Jambi - Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi mendorong penguatan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi. Sinergi itu dinilai penting untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai visi dan misi Gubernur Jambi.
Hal tersebut disampaikan Syahrasaddin saat mewakili Tenaga Ahli Gubernur Jambi memberikan sambutan dalam rapat koordinasi TAG bersama Bappeda Provinsi Jambi di Aula Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Senin (14/9/2026).
Syahrasaddin berharap pertemuan tersebut menjadi pintu awal koordinasi yang semakin baik, terutama setelah H Muktamar Hamdi, SE, MM memimpin Bappeda Provinsi Jambi.
"Semoga ini menjadi awal koordinasi yang baik antara Tenaga Ahli Gubernur dengan Bappeda, khususnya di bawah kepemimpinan Kepala Bappeda yang baru, Bapak H Muktamar Hamdi," kata Syahrasaddin.
Menurutnya, posisi TAG dan Bappeda memiliki titik temu yang sangat strategis. Bappeda menyusun dan mengawal perencanaan pembangunan. Sementara TAG membantu gubernur memastikan kebijakan dan program yang dijalankan perangkat daerah tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Syahrasaddin menjelaskan, salah satu tugas penting TAG adalah membantu Gubernur Jambi melihat pelaksanaan visi dan misi pemerintah daerah hingga ke tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Bukan sekadar melihat program sudah berjalan atau belum.
Tetapi juga memastikan arah program tersebut benar.
"TAG membantu gubernur memastikan OPD merealisasikan visi dan misi gubernur. Kita ingin program-program itu tetap on the track, sesuai arah pembangunan yang sudah ditetapkan," ujarnya.
Karena itu, komunikasi antara TAG, Bappeda dan OPD dinilai perlu semakin diperkuat.
Menurut Syahrasaddin, koordinasi yang baik akan membuat berbagai persoalan pembangunan dapat terdeteksi lebih cepat. Jika terdapat program yang melenceng atau mengalami hambatan, koreksi dapat dilakukan sebelum persoalannya semakin besar.
Syahrasaddin juga menyinggung kondisi fiskal yang menuntut pemerintah bekerja semakin efisien.
Namun, menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh membuat pemerintah berhenti berinovasi.
Justru di tengah keterbatasan tersebut, OPD harus semakin kreatif mencari sumber pendanaan di luar kemampuan APBD.
"Di tengah efisiensi, kita harus mendorong kreativitas. Jangan kemudian karena anggaran terbatas, program pembangunan ikut berhenti. Kita harus mencari peluang-peluang lain," katanya.
Salah satu peluang yang didorong adalah membuka komunikasi dengan lembaga pendanaan internasional.
Syahrasaddin menyebut peluang kerja sama dan hibah dari Saudi Fund for Development perlu dijajaki secara serius.
"Buka komunikasi. Kejar peluang hibah. Termasuk dengan Saudi Fund for Development. Kalau ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Jambi, kenapa tidak kita kejar," ujarnya.
Jangan Hanya Bergantung APBD
Menurut Syahrasaddin, ke depan pola pembangunan daerah tidak bisa terus-menerus hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah daerah harus aktif mencari sumber pembiayaan alternatif. Baik melalui pemerintah pusat, kerja sama antarlembaga, dunia usaha maupun lembaga internasional.
Di sinilah, kata dia, kemampuan Bappeda membaca peluang menjadi sangat penting.
Perencanaan tidak cukup hanya menyusun daftar program.
Tetapi juga harus mampu menjawab satu pertanyaan besar: dari mana program itu bisa dibiayai?
Karena itu, TAG berharap koordinasi dengan Bappeda tidak berhenti pada pertemuan formal.
Komunikasi harus berjalan terus.
Program dikawal bersama.
Peluang pendanaan dikejar bersama.
Dan yang paling penting, visi-misi Gubernur Jambi tetap berada di jalurnya.
"Sinergi TAG dan Bappeda harus semakin kuat. Tujuan akhirnya tentu sama, bagaimana pembangunan Jambi bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Syahrasaddin. (*)