Suara Anak Yatim Binaan ISMI Kota Jambi Menggema di Bappeda, Ayahnya Wafat Saat Ia Berusia 9 Bulan

WIB
Ist

Jambi - Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar di Aula Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (14/9/2026) pagi.

Yang membacanya bukan qori senior. Ia masih anak-anak.

Namanya M Thahtha Al Firdaus.

Ada cerita mengharukan di balik sosok qori cilik tersebut. Thahtha merupakan anak yatim. Ia kehilangan sang ayah ketika usianya baru sekitar 9 bulan. Kini, Thahtha disebut menjadi salah satu anak binaan ISMI Kota Jambi.

Pagi ini, Thahtha mendapat kesempatan melantunkan ayat suci Al-Qur'an di hadapan para Tenaga Ahli Gubernur Jambi, jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan keluarga besar Bappeda Provinsi Jambi.

Kegiatan tersebut hingga saat ini masih berlangsung.

Maulid Dirangkai dengan Koordinasi Tenaga Ahli Gubernur

Acara di Bappeda Jambi tak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Berdasarkan undangan resmi Bappeda Provinsi Jambi, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dirangkai dengan Rapat Koordinasi Bersama Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Jambi serta silaturahmi dan perkenalan Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Sejumlah Tenaga Ahli Gubernur Jambi masuk dalam daftar undangan. Di antaranya Prof Dr Ermaya Suradinata, Syahrasaddin, Prof Dr H Mukhtar Latif, Prof Dr Sukendro, Prof Dr Suandi, Prof Dr Haryadi, Prof Dr Johanes, Dr H Muhammad Ridwansyah, Arpani, Dr Agus, Thamrin B Bachri, Yulfi Aifikri Noer dan Muawwin.

Selain itu, hadir atau diundang pula jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, mulai dari Sekda, Inspektur, Kepala BKAD, sejumlah kepala biro di lingkungan Setda hingga pejabat dan ASN Bappeda Provinsi Jambi.

Cahaya Maulid, Pesan Akhlak dan Ukhuwah

Peringatan Maulid kali ini mengusung semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW untuk mewujudkan ASN yang berintegritas dan Jambi yang lebih baik.

Tausiah dijadwalkan disampaikan H Ramli Abdullah, S.Ag., M.Pd.I.

Namun sebelum tausiah dimulai, penampilan Thahtha mencuri perhatian.

Anak yang sejak bayi tumbuh tanpa sosok ayah itu berdiri di hadapan para tamu. Mengenakan busana muslim, ia membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Tak banyak kata.

Tetapi suaranya seolah menyampaikan pesan lain: kehilangan sejak kecil tak harus memadamkan masa depan.

Dari seorang anak yatim yang ditinggal ayah pada usia sembilan bulan, pagi ini ayat-ayat Al-Qur'an justru menggema di ruang pertemuan Pemerintah Provinsi Jambi.

Maulid pun tak sekadar seremoni. Ada ukhuwah. Ada kepedulian. Dan ada harapan yang sedang tumbuh dari seorang anak bernama Thahtha. (*)

BeritaSatu Network