Istimewa, Hj Ernawati Diundang ke Wisuda UIN STS dan Beri Motivasi Langsung kepada Lulusan

WIB
Ist

Jambi - Prosesi wisuda UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi kali ini terasa cukup istimewa.

Selain menjadi momentum pengukuhan para sarjana baru, pihak universitas turut mengundang salah satu tokoh perempuan Jambi, pengusaha sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Perwakilan Provinsi Jambi, Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd., untuk hadir menyaksikan langsung prosesi tersebut.

Ernawati ditempatkan dalam posisi terhormat sebagai tamu kehormatan.

Tidak hanya menghadiri prosesi, ia bahkan mendapat kesempatan khusus untuk menyampaikan pidato di hadapan para wisudawan dan wisudawati.

Momen itu kemudian dimanfaatkan Ernawati untuk menyampaikan sejumlah pesan tentang pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat hingga pentingnya menjaga agama dan menghormati orang tua.

Salah satu pesannya cukup kuat.

“Jangan selalu berpikir, ‘Setelah wisuda, saya mau mencari pekerjaan.’ Mulailah berpikir, ‘Setelah wisuda, pekerjaan apa yang bisa saya ciptakan?’” ujar Ernawati.

Tokoh Perempuan Jambi di Mimbar Wisuda

Kehadiran Ernawati menjadi perhatian tersendiri dalam rangkaian wisuda tersebut.

Ia hadir bukan semata sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi.

Ernawati juga dikenal sebagai perempuan yang telah lama berkecimpung dalam dunia usaha dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

Pengalaman hidup dan bisnisnya membuat pesan yang disampaikan kepada wisudawan lebih banyak menyentuh persoalan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Bagaimana lulusan menghadapi dunia nyata.

Bagaimana ilmu digunakan.

Dan bagaimana seorang sarjana tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi berani menciptakannya.

Di hadapan civitas akademika, para orang tua dan wisudawan, Ernawati terlebih dahulu menyampaikan penghargaan kepada Rektor UIN STS Jambi beserta jajaran yang telah memberinya kesempatan hadir dalam momentum tersebut.

“Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Rektor dan seluruh civitas akademika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk hadir dan menyampaikan beberapa pesan pada acara yang mulia ini,” katanya.

Gelar Bukan Sekadar Huruf

Ernawati kemudian berbicara langsung kepada para sarjana baru.

Ia mengingatkan bahwa gelar yang diperoleh bukan sebatas rangkaian huruf di belakang nama.

Ada perjuangan panjang di baliknya.

“Gelar yang hari ini disandang bukanlah sekadar rangkaian huruf di belakang nama. Di baliknya ada perjuangan, doa, air mata, pengorbanan, dan tentu saja ada tangan-tangan orang tua yang tidak pernah berhenti mendoakan,” ujarnya.

Menurut Ernawati, wisuda juga merupakan hari bahagia bagi orang tua.

Karena itu, ia meminta para lulusan tidak melupakan mereka ketika kelak mencapai kesuksesan.

“Setinggi apa pun pendidikan kita, jangan sampai hati kita lebih tinggi daripada hati orang tua,” katanya.

Kampus Selesai, Pengabdian Dimulai

Ernawati menggambarkan wisuda bukan sebagai garis akhir.

Justru dari titik itulah perjuangan berikutnya dimulai.

“Kampus telah memberikan ilmu. Masyarakat menunggu pengabdian. Bangsa menunggu karya. Dan negeri ini menunggu generasi muda yang mampu memberikan solusi,” katanya.

Ia kemudian mengajak lulusan UIN STS ikut mengambil bagian dalam pembangunan Jambi.

Menurut Ernawati, ISMI membuka ruang seluas-luasnya bagi sarjana muda untuk terlibat dalam berbagai program keumatan, sosial, pendidikan, ekonomi, adat dan pemberdayaan masyarakat.

ISMI, kata dia, ingin menjadi mata rantai yang mempertemukan akademisi, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, dunia usaha dan generasi muda.

Ernawati Soroti Tantangan Generasi Muda

Dalam pidatonya, Ernawati juga membawa persoalan yang lebih serius.

Ia menyinggung penyakit masyarakat atau PEKAT yang kini ikut mengancam generasi muda.

Di antaranya narkoba, judi online, pinjaman online bermasalah hingga geng motor.

Menurutnya, masalah tersebut tidak bisa dibebankan kepada pemerintah atau aparat saja.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini bukan hanya tugas polisi. Ini bukan hanya tugas orang tua. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Karena itu, Ernawati berharap para sarjana juga mempunyai kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya.

ISMI Buka Ruang untuk Sarjana UIN

Ernawati mengatakan ISMI Jambi tengah mendorong sejumlah program sosial dan pemberdayaan.

Di antaranya pendampingan anak yatim dan dhuafa, mengaktifkan kembali remaja masjid, pengembangan rumah tahfiz Al-Qur'an serta penguatan pembelajaran adat Melayu Jambi.

ISMI juga ingin mendorong UMKM, terutama yang digerakkan perempuan dan kelompok dhuafa, agar mempunyai kemandirian ekonomi.

Menurut Ernawati, para lulusan UIN STS mempunyai potensi besar untuk mengambil peran tersebut.

Mereka dapat menjadi pendamping masyarakat, penggerak pendidikan, pengusaha muda, aktivis sosial hingga penggerak ekonomi umat.

“Untuk menjalankan semua itu, tentu ISMI tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan mitra,” katanya.

Jangan Hanya Berebut Lowongan

Pesan kewirausahaan menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam pidato Ernawati.

Sebagai seorang yang juga berkecimpung dalam dunia usaha, ia meminta sarjana baru tidak membatasi masa depan pada satu pilihan: mencari pekerjaan.

Mereka juga harus berani menjadi pengusaha dan pencipta lapangan kerja.

“Jangan selalu berpikir, ‘Setelah wisuda, saya mau mencari pekerjaan.’ Mulailah berpikir, ‘Setelah wisuda, pekerjaan apa yang bisa saya ciptakan?’” katanya.

Bagi Ernawati, lulusan perguruan tinggi harus memiliki keberanian mengambil peluang.

Menciptakan usaha.

Membuka lapangan pekerjaan.

Dan menggerakkan ekonomi di sekitarnya.

“Boleh Lahir di Kampung, Tapi Jangan Berpikir Kecil”

Ernawati juga meminta para wisudawan tidak menjadikan tempat kelahiran atau kondisi keluarga sebagai batas cita-cita.

“Kita boleh lahir di desa. Kita boleh berasal dari keluarga sederhana. Kita boleh tumbuh jauh dari pusat kota. Tetapi mindset dan cara pandang kita harus global,” katanya.

Menurutnya, anak muda Jambi harus mampu bersaing dengan siapa pun.

Berani bermimpi besar tanpa kehilangan akar.

Berpikir global, tetapi tetap menjaga agama, adat dan nilai-nilai keluarga.

Ilmu Harus Melahirkan Akhlak

Di tengah dorongan untuk mengejar kesuksesan, Ernawati juga memberikan satu batas yang menurutnya tidak boleh ditinggalkan.

Agama.

Menurutnya, keberhasilan akademik maupun ekonomi harus melahirkan manfaat.

“Ilmu harus melahirkan akhlak. Kesuksesan harus melahirkan kerendahan hati. Kekayaan harus melahirkan kepedulian. Jabatan harus melahirkan pengabdian,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa seorang sarjana tidak cukup hanya pintar.

Ilmu harus membawa perubahan.

Dan kesuksesan seharusnya membuat seseorang semakin bermanfaat bagi lingkungan.

“Menjadi sarjana adalah tentang menjadi manusia yang bermanfaat,” ujarnya.

Pantun Melayu Tutup Pidato

Sebagai tokoh yang memimpin organisasi sarjana Melayu, Ernawati juga membawa identitas Melayu ke mimbar wisuda.

Pidatonya ditutup dengan pantun.

“Pergi ke pasar membeli delima,
Singgah sebentar membeli jamu;
Sehebat apa pun kita di dunia,
Jangan lupakan Allah dan ayah ibu.”

Ia kembali mengingatkan hubungan antara ilmu dan adab.

“Ke Tanah Pilih membawa talam,
Singgah sebentar di rumah Datuk;
Ilmu tinggi jadikan pedoman,
Adab dijunjung, hati tetap tunduk.”

Dari Tamu Kehormatan, Lahir Ajakan untuk Bergerak

Kehadiran Hj Ernawati dalam wisuda UIN STS Jambi kali ini akhirnya tidak berhenti sebagai tamu yang duduk menyaksikan prosesi.

Kesempatan berpidato membuat kehadiran tokoh perempuan dan pengusaha Jambi itu mempunyai ruang tersendiri.

Ia membawa pesan dunia usaha ke kampus.

Membawa agenda sosial ke hadapan para sarjana.

Dan menawarkan ISMI sebagai salah satu ruang bagi lulusan yang ingin ikut mengabdi kepada masyarakat.

“Jadilah sarjana yang membawa cahaya. Jadilah generasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Jadilah anak muda yang menjaga agama, menghormati orang tua, mencintai negeri, menjunjung adat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ernawati.

Ia kemudian mengajak lulusan membangun Jambi bersama-sama.

“Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan karya. Bukan hanya dengan gagasan, tetapi dengan gerakan. Dan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan umat.”

Di wisuda kali ini, Hj Ernawati datang sebagai tamu kehormatan. Namun dari mimbar itu, ia meninggalkan satu tantangan kepada para sarjana baru: setelah menerima gelar, saatnya membuktikan manfaat ilmu melalui karya dan pengabdian. (*)

BeritaSatu Network