Sinergi dengan Pemkab, Kepala BNNP Jambi Edukasi Masyarakat Sarolangun Anti Narkoba

WIB
Ist

Upaya membentengi generasi muda serta mewujudkan ketahanan masyarakat dari ancaman bahaya narkotika dan paham radikalisme memerlukan kolaborasi lintas instansi yang solid. Penguatan kapasitas imun sosial di lingkungan pendidikan serta pemerintahan daerah menjadi prioritas utama demi mengawal visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen strategis tersebut ditegaskan dalam agenda audiensi dan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal, Terorisme, dan Bahaya Narkoba yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sarolangun serta Ruang Pola Bupati Sarolangun, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Asep Saepudin, didampingi Bupati Sarolangun, Hurmin, Kasatgaswil Densus 88, Kombes Pol Beri Diatra, Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol Budi Hidayat, serta Kapolres Sarolangun, AKBP Wedy Oktariansyah.

Turut hadir jajaran Pemkab Sarolangun dan instansi vertikal, antara lain Staf Ahli Bupati Henriman, Kasiyadi, dan Hendrik Andilala, Asisten 2 Setda Dedy Hendri, Plt Kakanwil Kemenag Mat Alimartado, Kakanwil Kemenhaj Raja Kurnain, Danramil Husnan Effendi, Danyonif Ahmad Riza, Kadis Sosial Muhammad Idrus, Kadis Kesehatan Bambang Hermanto, Kaban Kesbangpol Hudri, serta jajaran Camat, Lurah, Kades, Sekdes, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sarolangun.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Bupati Sarolangun Hurmin dan Kapolres Sarolangun AKBP Wedy Oktariansyah, disusul penyerahan Piagam Penghargaan P4GN oleh
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin kepada Bupati Hurmin atas komitmen aktif pemerintah daerah dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan BNN merupakan fondasi utama dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika di Kabupaten Sarolangun," ujar Kepala BNNP Jambi.

Bertindak sebagai narasumber utama dengan materi bertema "Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman Narkotika", Brigjen Pol Asep Saepudin memaparkan perkembangan situasi peredaran gelap narkotika di Indonesia dan Provinsi Jambi yang makin kompleks.

Secara khusus, Kepala BNNP Jambi memberikan edukasi mengenai munculnya modus penyalahgunaan zat berbahaya baru, seperti rokok elektrik atau vape ilegal yang mengandung etomidate yang populer dengan sebutan "vape zombie".

"Kami mengingatkan seluruh peserta, khususnya pelajar dan generasi muda, agar mewaspadai bahaya vape zombie yang sangat merusak kesehatan saraf. Jangan pernah terpengaruh ajakan mencoba produk ilegal. Jika melihat indikasi peredaran, segera berani menolak dan melapor melalui BNN Call Center 184," tegas Asep Saepudin.

Selain penegakan hukum, BNNP Jambi menekankan peran penting pembentukan Relawan Anti Narkoba di sekolah-sekolah sebagai agen perubahan (agent of change) untuk merawat lingkungan belajar yang bersih dari bahaya zat adiktif.

Kelengkapan edukasi sosial dalam kegiatan ini diperkuat oleh paparan Kasatgaswil Densus 88 Kombes Pol Beri Diatra mengenai pencegahan paham Intoleran, Radikalisme, Ekstrimisme, Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), dan perundungan (bullying), yang diselingi pengalaman kilas balik dari mantan narapidana terorisme (napiter).

Kombinasi materi P4GN dan kontra-radikalisme ini diharapkan memberikan perspektif komprehensif bagi seluruh jajaran Pemkab Sarolangun dan aparatur desa untuk memperkuat benteng pertahanan sosial masyarakat. (*)

BeritaSatu Network