Jambi — PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan pendidikan senilai sedikitnya Rp1,3 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Bantuan menyasar puluhan sekolah di kawasan pelosok wilayah operasional perkebunan perusahaan, mulai dari Sumatera hingga Kalimantan.
Bentuknya tidak hanya berupa uang atau beasiswa. PalmCo ikut membangun dan memperbaiki ruang kelas, toilet, pagar, asrama, gedung sekolah hingga mushala.
Perusahaan juga menyalurkan meja dan kursi, laptop, perangkat komputer serta sarana penunjang pembelajaran lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL PTPN IV PalmCo untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026–2027.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengatakan bantuan diarahkan untuk mendukung proses belajar mengajar di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
“Sepanjang tahun 2025 lalu, PalmCo telah merealisasikan bantuan pendidikan hingga Rp12,73 miliar,” kata Jatmiko.
“Penyaluran di tahun ajaran baru ini adalah kelanjutan dari program tersebut,” lanjutnya.
Hingga semester pertama 2026, bantuan pendidikan PalmCo dialokasikan untuk puluhan objek penerima.
Program fisik meliputi pembangunan dan perbaikan ruang kelas, toilet sekolah, pagar, asrama, gedung pendidikan dan mushala.
Sementara program nonfisik mencakup pemberian beasiswa serta pengadaan laptop, komputer, meja dan kursi.
Jatmiko mengatakan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.
“Kami berupaya agar fasilitas belajar, baik infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya, bisa memadai bagi para siswa dan guru,” ujarnya.
Salah satu penyaluran terbaru dilakukan di Nagori Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Sebanyak 44 siswa dari 11 sekolah di bawah Yayasan Pendidikan PTPN IV menerima beasiswa.
Setiap sekolah mengirimkan empat siswa. Penerima dipilih berdasarkan prestasi akademik serta kondisi ekonomi keluarga.
Bantuan PalmCo juga menyasar SD Negeri 158 Kabupaten Muaro Jambi.
Sekolah tersebut menerima bantuan mobiler berupa meja dan kursi untuk menggantikan fasilitas belajar yang sudah rusak.
Kepala SDN 158 Muaro Jambi, Panal Marbun, mengatakan banyak meja dan kursi di sekolahnya tidak lagi layak digunakan sejak 2021.
Namun, fasilitas tersebut belum bisa diganti karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Terima kasih PTPN IV atas perhatian dan bantuan ini. Meja kursi ini sangat berarti bagi guru dan murid di SDN 158,” kata Panal.
Menurutnya, kondisi meja dan kursi yang rusak selama ini mengganggu kenyamanan siswa ketika mengikuti pelajaran.
“Ini yang kami butuhkan selama ini karena banyak meja dan kursi yang ada sudah tidak layak lagi,” ujarnya.
“Anak-anak akan lebih nyaman dan tenang dalam proses belajar dengan meja kursi yang layak ini,” lanjut Panal.
SMP Negeri 2 Tanjung Medan di Kabupaten Rokan Hilir juga menjadi salah satu sekolah penerima manfaat.
Sekolah tersebut memperoleh bantuan perangkat keras komputer dan jaringan internet.
Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Mutiara, mengatakan minimnya perangkat dan akses internet sebelumnya menyulitkan guru maupun siswa mencari referensi pembelajaran.
“Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih lancar,” kata Mutiara.
Ia mengatakan siswa dan guru kini dapat mengakses lebih banyak materi pembelajaran.
“Referensi materi dapat diakses dengan mudah oleh para guru dan siswa,” tuturnya.
PalmCo menyatakan bantuan pendidikan akan terus diarahkan pada wilayah operasional perusahaan yang membutuhkan.
Tujuannya sederhana: sekolah boleh berada di pelosok perkebunan, tetapi fasilitas belajarnya jangan ikut tertinggal. (*)